BENCANA ASAP: Warga China Sebarkan Humor di Medsos

Warga China hadapi "bencana asap" yang sudah menyelimuti wilayah utara dalam beberapa hari terakhir dengan menyebarkan humor melalui sejumlah media sosial.
Newswire | 20 Desember 2016 17:16 WIB
Polusi udara di China - Reuters

Bisnis.com, BEIJING -  Warga China hadapi "bencana asap" yang sudah menyelimuti wilayah utara dalam beberapa hari terakhir dengan menyebarkan humor melalui sejumlah media sosial.

Salah satu kelakar adalah tentang seorang pengemudi di Beijing yang menelpon sebuah saluran radio dengan nada panik. Karena asap cukup tebal ia melanggar lima lampu merah karena tidak dapat melihat jalanan dengan jelas. Ia menelpon radio itu untuk meminta saran.

"Tenang saja, asapnya cukup tebal sehingga tidak ada satu orang pun yang akan memperhatikan plat mobilmu," kata pembawa acara meyakinkan orang tersebut.

Kelakar itu saat ini cukup viral tersebar di berbagai media sosial China.

Warga memanfaatkan internet menyebarkan humor di tengah tebalnya asap yang menyelimuti kota di China bagian utara.

Sejumlah kebijakan telah dibuat pemerintah demi mengurangi kadar polusi udara, diantaranya menerapkan aturan ganjil-genap untuk mengurangi jumlah mobil di jalanan.

Humor lainnya menyebutkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan marah melempar sebuah laporan intelijen ke meja. Saat itu ia ingin mengetahui senjata macam apa yang menyebabkan Beijing menghilang dari radar pengawasan satelit.

Obama pun dibayangkan meminta bantuan sejumlah manusia super, diantaranya Iron Man, Batman, dan The Hulk untuk mencari tahu penyebabnya. Namun mereka semua gagal.

"Optimus Prime (salah satu pahlawa super) dapat melakukannya! Ia mampu tidak bernapas," kata Wolverine ke sebuah robot yang dapat berubah menjadi mobil sebagaimana ditayangkan dalam film Hollywood, Transformers yang cukup terkenal di China. "Plat mobil saya dilarang melintas hari ini," jawab Optimus Prime merujuk ke kebijakan ganjil-genap pemerintah.

Meski humor itu kesannya netral, beberapa ada yang mengkritik pemerintah secara tidak langsung karena dianggap apatis.

Salah satu kelakar menyasar langsung ke masalah pencemaran. "Pencegahan perorangan: gunakan masker, pencegahan bagi keluarga: beli asuransi kesehatan. Jika kalian punya uang dan waktu: pergi liburan. Jika tidak punya keduanya: pindah. Sedangkan terapu nasional: tunggu angin berhembus."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, bencana asap

Sumber : ANTARA/REUTERS
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top