Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diiringi Lagu Gita Gutawa dan Melly Goeslaw, Para TKI Ini Jalani Wisuda UT di Malaysia

Menjalani wisuda saat berada di luar negeri menjadi pengalaman sejumlah TKI yang berada di Malaysia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 November 2016  |  16:35 WIB
Universitas Terbuka - UPBJJUT Serang
Universitas Terbuka - UPBJJUT Serang

Kabar24.com, KUALA LUMPUR - Menjalani wisuda saat berada di luar negeri menjadi pengalaman sejumlah TKI yang berada di Malaysia.

Suasana ruangan Hasanuddin di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur, Malaaysia, Minggu (13/11), nampak berbeda. Puluhan wajah ceria terpancar dari para undangan yang hadir pada hari tersebut.

Satu per satu mereka menuju panggung kehormatan seperti halnya tahapan wisuda pada umumnya dengan diiringi lagu "Yang Terbaik Bagimu" yang dinyanyikan Gita Gutawa dan ADA Band serta lagu "Bunda" yang dipopulerkan Melly Goeslaw.

Mereka adalah para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjalani prosesi wisuda Universitas Terbuka (UT) untuk yang pertama kalinya diselenggarakan di luar negeri, sepanjang program tersebut didirikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sebanyak 20 mahasiswa dari Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka Batam Kelompok Belajar Malaysia dan Singapura telah menuntaskan perjuangannya meraih jenjang sarjana strata satu (S1). Dari jumlah tersebut 16 orang di antaranya merupakan TKI.

Kelompok Belajar (Pokjar) Malaysia yang dibina langsung Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur tersebut berasal dari para TKI yang bekerja di Kuala Lumpur dan sekitarnya serta mereka yang bekerja di Negara Bagian Johor Bahru.

Para TKI tersebut ada yang sehari-hari menjadi asisten rumah tangga, pekerja pabrik yang biasa disebut kilang, sektor konstruksi dan sektor informal lainnya.

UT di Malaysia berdiri pertama kalinya pada 2010 di Johor Bahru. Kemudian berkembang dengan pendirian Pokjar Kuala Lumpur pada 2012 bersamaan dengan UT Pokjar Penang.

Mereka yang diwisuda kali ini merupakan lulusan program studi Sastra Inggris, Manajemen, Akuntansi, Administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan dan Pendidikan Ilmu Matematika.

Sejumlah pejabat menjadi saksi istimewa tersebut. Nampak hadir Dubes RI untuk Malaysia Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Ir Ari Purbayanto MSc, Rektor Universitas Terbuka Prof Ir Tian Belawati M Ed Phd, Kepala UPBJJ Batam Drh Ismed Sawir MSc, dan Konsul Jenderal RI Johor Bahru Haris Nugroho.

Semestinya ada 27 orang yang diwisuda pada kesempatan tersebut, namun tujuh orang tidak bisa hadir karena tidak mendapat izin dari majikan tempat mereka bekerja.

Wisudawan UT Malaysia sebenarnya cukup banyak tetapi mereka mengikuti wisuda di Indonesia karena mahasiswa UT yang notabene TKI menyambung belajar di Pokjar UT terdekat sehabis kontrak kerja-nya di Malaysia.

Pulang Kampung

Salah satu TKI yang turut diwisuda pada kesempatan tersebut adalah Imam Basuki, 40. Ayah beranak satu asal Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tersebut merantau ke negeri jiran sejak lima tahun lalu.

"Tentunya setelah mendapat gelar ini agar saya mempunyai nilai tawar yang lebih terhadap majikan," ujarnya penuh semangat.

Saat merantau ke Malaysia, pria yang beristrikan wanita asal Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat tersebut, tidak membayangkan bakal bisa melanjutkan kuliah hingga berhasil menyandang gelar sarjana strata satu.

Imam ketika pertama kali merantau bekerja di Gan Oil Palm Contract Works. Sebuah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Negara Bagian Pahang. Kerja keras dan ketekunannya membuat dia dipercaya sebagai mandor di perkebunan tersebut.

Seiring waktu, dia dipercaya majikan menjaga rumah sarang burung walet hingga sekarang. Di sela-sela waktunya tersebut dia belajar secara online. Majikannya pun tidak melarang Imam belajar.

Perkenalannya dengan dunia perguruan tinggi diperoleh secara tidak sengaja. Imam membaca pengumuman tentang Universitas Terbuka (UT) pada sebuah koran di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Itu terjadi saat ia pulang ke tanah air melintasi Pelabuhan Sekupang - Batam Center.

Rencananya setelah kontrak kerja habis Imam akan pulang ke Indonesia untuk dapat mengaplikasikan ilmunya dan berharap bisa mengabdi kepada masyarakat.

"Kalau kerja faktor umur ndak memungkinkan. Berdasarkan jurusan yang saya ambil ilmu pemerintahan, mungkin bisa mencoba untuk jabatan-jabatan seperti kepala desa atau apa dalam pemerintahan," harapnya.

Imam adalah tipikal pekerja keras. Tiap bulan dia sudah mendapatkan gaji 2.000 RM (Ringgit Malaysia), namun hal itu tidak membatasinya untuk berwirausaha dengan menyewa lahan petani setempat.

"Selain mengurus sarang burung walet, saya sewa lahan pertanian, saya tanami pisang, pepaya dan tanaman-tanaman jangka pendek dan hasilnya lebih besar dari gaji saya bisa mencapai 4.000 RM per bulan. Hasil pertanian itu dijual ke agensi pemerintah yang selalu membeli hasil petani," katanya.

Sementara itu, salah seorang wisudawan dari Singapura, Ruliani, mengaku syukur dan bangga karena berhasil menyelesaikan S1 Sastra Inggris dalam jangka empat tahun.

"Saya bangga selaku TKI dari Singapura bisa meluangkan waktu antara belajar dan bekerja. Kami di UT diberikan kemudahan online dan majikan saya memberikan izin. Kami dipinjami laptop dan lainnya," kata pembantu rumah tangga ini.

Dia mengatakan usai wisuda dirinya ingin melanjutkan berkuliah ke jenjang yang lebih tinggi atau pulang ke Indonesia.

"Kontrak saya tahun depan selesai. Setelah itu ingin melanjutkan atau kembali mengabdi di Indonesia. Selama empat tahun bekerja majikan selalu memberikan dukungan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisuda melly goeslaw universitas terbuka Gita Gutawa

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top