Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsulat Jerman di Afganistan Diserang, Taliban Klaim Bertanggung Jawab

Seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan sebuah mobil penuh bahan peledak ke sebuah dinding di kantor konsulat Jerman yang terletak di kota Mazar-i-Sharif di wilayah utara Afganistan pada Kamis malam.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 11 November 2016  |  12:55 WIB
Tentara Afganistan dan Tentara NATO memeriksa bangunan yang rusak akibat serangan bom, Kamis (10/11/2016).  - Reuters
Tentara Afganistan dan Tentara NATO memeriksa bangunan yang rusak akibat serangan bom, Kamis (10/11/2016). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan mobil penuh bahan peledak ke dinding kantor konsulat Jerman yang terletak di kota Mazar-i-Sharif di wilayah utara Afganistan pada Kamis (10/11/2016) malam.

Kejadian ini menewaskan sedikitnya empat orang warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Seorang juru bicara NATO seperti dikutip Reuters, Jumat (11/11/2016), menyebutkan kejadian tersebut menyebabkan kerusakan fatal pada bangunan yang menjadi tempat bekerja bagi sekitar 30 oang.

Menuyusul ledakan tersebut, sejumlah orang bersenjata lengkap kemudian terlihat bertarung dengan pasukan pengamanan Afganistan dan Jerman hingga larut malam.

Kelompok Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyatakan kejadian tersebut merupakan pembalasan atas serangan udara yang dilancarkan NATO terhadap sebuah desa di dekat kota Kunduz di bagian utara pada pekan lalu. Serangan itu diklaim menewaskan 30 orang.

Juru bicara kelompok tersebut, Zabihullah Mujahid dalam sebuah percakapan lewat telepon mengatakan bahwa pasukan bersenjata lengkap tersebut, termasuk pelaku bom bunuh diri, dikirim dengan misi untuk menghancurkan konsulat Jerman dan membunuh siapa saja yang ada di sana.

Noor Mohammad Faiz, seorang dokter kepala di Rumah sakit Provinsi Mazar-i-Sharif mengatakan sebanyak empat jenazah serta 120 orang  luka-luka dibawa ke rumah sakit tersebut dan jumlah tersebut kemungkinan terus berkembang.

Serangan tersebut menjadi gambaran masalah keamanan yang terjadi di seluruh wilayah Afganistan dalam beberapa bulan terkahir. Lebih dari 30 orang, yang kebanyakan merupakan anak-anak, tewas minggu lalu ketika pesawat tempur Amerika melancarkan serangan guna mendukung pasukan khusus Afganistan dan Amerika yang diserang dalam sebuah operasi yang dilancarkan terhadap kelompok yang diduga merupakan militan Taliban yang mengancam kota Kunduz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taliban afganistan

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top