Dituding Merapat ke China, PM Najib: Barat Tak Usah Campuri Urusan Kami!

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa negara penjajah tidak seharusnya ikut terlibat dalam urusan internal negara bekas jajahannya.
Juli Etha Ramaida Manalu | 02 November 2016 13:30 WIB
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak - straitstimes.com

Kabar24.com, JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa negara penjajah tidak seharusnya ikut terlibat dalam urusan internal negara bekas jajahannya.

Hal yang dimuat dalam sebuah tulisan di sebuah surat kabar China seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/11/2016) ini merupakan serangan terselubung terhadap Barat seiring dengan niat Najib untuk memperkuat hubungannya dengan China.

Kunjungan Najib ke Beijing menyusul kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang mengumumkan perpisahan dengan Amerika dan menandatangani sejumlah perjanjian investasi dari China untuk negaranya.

Najib, dalam kunjungannya selama enam hari ke China, mengatakan dalam sebuah segmen editorial di harian China Daily bahwa negara-negara besar harus memperlakukan negara-negara yang lebih kecil secara adil.

"Dan ini termasuk negara-negara bekas penjajah. Mereka tidak berhak untuk menggurui negara bekas jajahan mereka terkait hal-hal internal," katanya seperti diberitakan Reuters, Rabu (2/11/2016).

Filipina merupakan bekas jajahan Spanyol dan Amerika sementara Malaysia adalah bekas jajahan Inggris. Najib saat ini berusaha memperkuat hubungan dengan China setelah pada Juli lalu Departemen Kehakiman Amerika melayangkan gugatan terkait keterlibatan dirinya dalam skandal pencucian uang.

Najib membantah telah melakukan kesalahan dan berkata Malaysia akan bersikap kooperatif dalam penyelidikan. Penyelidikan atas kasus ini telah merenggangkan hubungan antara Malaysia dan Amerika Serikat. Sementara itu, Najib menganggapnya sebagai campur tangan negara luar dalam urusan internal Malaysia.

Pergeseran oleh Malaysia dan Filipina dianggap sebagai usaha China untuk meredam pengaruh Amerika secara regional. Najib juga menuliskan bahwa sengketa yang terjadi di Laut China Selatan harus diselesaikan melalui dialog yang sesuai aturan hukum.

"Terkait Laut China Selatan, kami sangat percaya bahwa klaim teritorial yang tumpang tindih serta sengketa maritim harus ditangani secara tenang dan rasional melalui dialog sesuai dengan peraturan hukum dan negosiasi damai," katanya.

Wakil Menteri Luar Negeri China Liu Zhenmin sebelumnya mengatakan Malaysia telah berjanji dengan China untuk menyelesaikan isu Laut China Selatan secara bilateral. Malaysia setuju untuk membeli kapal angkatan laut dari China senilai total 143,64 miliar ringgit (US$34,25 juta).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdana menteri najib razak

Sumber : Reuters
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top