Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Washington DC Diminta Siap Timbun Makanan untuk Bertahan Hidup

Ancaman terjadinya bencana alam dahsyat dan rendahnya kemampuan menghadapi bencana menjadi kekhawatiran tersendiri di negara bagian Washington DC, Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  09:16 WIB
Ilustrasi: Gedung Putih di Washington DC, AS - Reuters/Jason Reed
Ilustrasi: Gedung Putih di Washington DC, AS - Reuters/Jason Reed

Kabar24.com, WASHINGTON DC - Ancaman terjadinya bencana alam dahsyat dan rendahnya kemampuan menghadapi bencana menjadi kekhawatiran tersendiri di negara bagian Washington DC, Amerika Serikat.

Menurut rancangan laporan pemerintah setempat yang dikutip surat kabar Seattle Times, Minggu (23/10/2016), negara bagian Washington sangat tidak siap untuk menghindarkan bencana kemanusiaan dari gempa besar dan tsunami yang bisa menyerang dalam beberapa dekade mendatang,

Guna mengantisipasi rendahnya kemampuan untuk menghadapi bencana semacam itu, badan tanggap darurat setempat akan mulai meminta warga menimbun makanan dan persediaan lainnya untuk bisa bertahan hidup selama dua minggu.

Kawasan Pasifik Barat Laut pernah dinilai memiliki risiko rendah terkait gempa bumi besar dibandingkan dengan wilayah tetangganya, California.

Meskipun demikian, para peneliti mempercayai bahwa gempa berkekuatan 8,0-9,0 skala Richter mengguncang Oregon dan Washington setiap 230 tahun atau lebih.

Menurut Survei Geologi AS, gempa yang terakhir terjadi sudah berlalu sekitar 315 tahun lalu dan itu sudah sangat terlambat dari siklusnya.

Untuk mempersiapkan kemungkinan itu, otoritas Washington telah menyelenggarakan latihan empat hari yang disebut "Cascadia Rising" pada Juni tahun ini dan hasilnya tercantum dalam rancangan laporan.

"Saat ini, pola pikir dan pendekatan yang digunakan (pihak berwenang) untuk menanggapi bencana, tidak cocok diterapkan pada bencana alam skala besar," menurut salinan draf penilaian yang dikutip surat kabar tersebut.

Konsep laporan itu memuat rekomndasi sejumlah langkah, antara lain kewenangan darurat dari Gubernur Washington diperluas dan perencanaan dibuat untuk menyediakan tempat-tempat pengungsian dan badan tanggap darura negara bagian tersebut berniat mengeluarkan 750 ribu dolar AS setahun untuk berkampanye agar warga menyimpan peralatan darurat yang memungkinkan mereka bertahan hingga dua pekan, kata Seattle Times.

Pejabat setempat mengatakan di Semenanjung Olimpik, yang jalanannya rentan terputus dan jembatan bisa hancur, orang-orang mungkin akan bisa bertahan dua kali lipat dari waktu yang diperkirakan.

"Apa yang kita bisa lakukan ketika (bencana) ini terjadi adalah bagaimana caranya kita bertahan hidup," kata Koordinator tanggap darurat Callam County, Penny Linterman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tsunami bencana alam washington

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top