Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Doa Rapat Paripurna MPR yang Bikin Heboh

Rapat paripurna masa pembukaan sidang pertama rupanya berakhir dengan tawa para anggota parlemen.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 16 Agustus 2016  |  20:51 WIB
Suasana Sidang Paripurna MPR dalam rangka Sidang Tahunan 2016 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Suasana Sidang Paripurna MPR dalam rangka Sidang Tahunan 2016 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kabar24.com, JAKARTA—Rapat paripurna MPR masa pembukaan sidang pertama rupanya berakhir dengan tawa para anggota parlemen.
 
Pasalnya, dalam doa yang dipanjatkan oleh politisi Partai Gerindra Muhammad Syafi’i secara tak langsung menyindir sikap pemerintah.

Dalam doa tersebut, anggota Komisi III itu meminta agar bangsa Indonesia dihindarkan dari pemimpin yang hanya memberi janji palsu dan pemimpin yang suka menggusur warga.

Sontak, para anggota parlemen pun lantas tertawa usai bacaan doa tersebut.

Tak hanya anggota, Ade Komaruddin dan Fadli Zon selaku pimpinan DPR yang tengah memimpin rappat itu pun nampak menahan tawa.  

Namun berdasarkan pantauan, Fadli Zon pun akhirnya tak menahan dan turut tertawa atas bacaan doa tersebut.

Berikut tranksrip beserta video doa Muhammad Syafi’i.

“Mata pisau hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas‎, sehingga mengusik rasa keadilan bangsa ini ya robbal 'alamiin.
Wahai allah, memang semua penjara over capacity. Tapi kami tidak melihat‎ ada upaya untuk mengurangi kejahatan, karena kejahatan seperti diorganisir wahai Allah. Kami tahu pesan dari sahabat Nabi-Mu, bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat tapi karena orang-orang baik belum bersatu wahai allah atau belum mendapat kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan ini.
 
Ya robbal'alamiin, lihatlah kehidupan ekonomi kami. Bung karno sangat khawatir, bangsa kami akan menjadi kuli di negeri kami sendiri tapi hari ini sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menyetop itu bisa terjadi.
 
Lihatlah allah, bumi kami yang kaya dikelola oleh bangsa lain dan kulinya adalah bangsa kami.
 
Ya robb, kehidupan sosial budaya sprti kami kehilangan jati diri bangsa ini yang ramah, santun, yang saling percaya.
 
Ya robb, kami jg belum tahu bagaimana kekuatan Pertahanan dan Keamanan bangsa ini kalau suatu ketika ada bangsa lain yang menyerang bangsa kami.
 
Ya rahman ya rohim, tapi kami masih percaya kepada-Mu bahwa ketika kami masih mau menadahkan tangan kepada-Mu itu berarti kami masih mengerti engkau adalah tuhan kami, engkau adalah tuhan yang maha kuasa.
 
Jauhkan kami yaa allah, dari pemimpin yang khianat. Yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini. Tapi seakan-akan arogansi kekuatan, berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat.
 
Dimana-mana rakyat digusur tanpa tahu mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan.‎ Allah di negeri kaya ini rakyat ini outsourching wahai allah, tidak ada jaminan kehidupan mereka‎.
 
Aparat begitu antusias untuk menakuti rakyat, hari ini di kota Medan Sumatera Utara. 5000 rakyat Indonesia sengsara dengan perlakuan aparat negara yaa robbal'alamiin.
 
Allah, lindungilah rakyat ini. Mereka banyak tidak tahu apa-apa, mereka percayakan kendali negara kepada pemerintah.‎ Allah, kalau ada mereka yang ingin bertaubat terimalah taubat mereka yaa allah. Tapi kalau mereka ‎tidak mau bertaubat dengan kesalahan yang diperbuat, gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini yaa robbal'alamiin.”

https://www.youtube.com/watch?feature=youtu.be&v=iiUgLgpaB-w&app=desktop&noredirect=1

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

doa paripurna dpr
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top