Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilpres AS: Trump Dinilai Akan Jadi Presiden Paling Gegabah Sepanjang Sejarah AS

Donald Trump tidak memenuhi kualifikasi untuk memimpin negara tersebut dan dia akan menjadi presiden paling gagabah sepanjang sejarah Amerika.nn
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 09 Agustus 2016  |  10:58 WIB
Calon presiden AS Donald Trump. - REUTERS
Calon presiden AS Donald Trump. - REUTERS

Kabar24.com, WASHINGTON - Penolakan atas pencalonan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat masih mengalir.

Kali ini, sebanyak 50 pejabat keamanan nasional terkemuka dari Partai Republik, termasuk mantan Direktur CIA Michael Hayden, Senin (8/8/2016) waktu setempat menyebutkan bahwa Donald Trump tidak memenuhi kualifikasi untuk memimpin negara tersebut dan dia akan menjadi presiden paling gagabah sepanjang sejarah Amerika.

Pernyataan tersebut merupakan wujud penolakan terbaru oleh veteran dari Partai Republik atas pencalonan Trump sebagai presiden. Penolakan tersebut juga dianggap luar biasa karena bahasanya yang sangat keras.

“Trump tidak memiliki karakter, nilai, dan pengalaman untuk menjadi presiden. Dia melemahkan otoritas moral Amerika sebagai pemimpin dunia yang bebas. Dia tampaknya tidak memiliki pengetahuan dasar dan kepercayaan tentang konstitusi, hukum, dan institusi Amerika termasuk toleransi beragama, kebebasan pers, dan peradilan yang independen,” sebut mereka dalam pernyataan tersebut seperti dikutip Reuters, Selasa (9/8/2016).

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa tidak satupun dari mereka yang akan memilih Trump dengan catatan bahwa sebagian dari mereka juga meragukan calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Disebutkan pula, dari perspektif kebijakan luar negeri, Donald Trump tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi presiden dan panglima tertinggi.

“Bahkan, kami yakin dia akan menjadi presiden yang berbahaya bagi keamanan dan kesejahteraan negara kita,” kata mereka.

Sementara itu, Trump merespons pernyataan bersama ini dengan kalimat mencaci dan menyebut orang-orang yang menandatangani pernyataan bersama tersebut sebagai anggota elit Washington yang gagal dan pantas disalahkan karena membuat dunia sebagai sebuah tempat yang berbahaya.

 “Orang-orang ini - juga Hillary Clinton- merupakan sumber keputusan yang mengakibatkan bencana termasuk untuk menyerang Irak, dan membuat beberapa rakyat Amerika harus tewas di Benghazi dan mereka adalah orang di balik munculnya ISIS,” kata Trump. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai republik Hillary Clinton Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top