Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berang, Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal

Korea Utara lagi-lagi meluncurkan tiga rudal balistik pada Selasa (19/7/2016) pagi yang berhasil menempuh jarak sejauh 500 hingga 600 kilometer ke arah laut lepas pantai timurnya.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 20 Juli 2016  |  05:16 WIB
Rudal Korut - REUTERS/KCNA
Rudal Korut - REUTERS/KCNA

Bisnis.com,JAKARTA— Korea Utara lagi-lagi meluncurkan tiga rudal balistik pada Selasa (19/7/2016) pagi yang berhasil menempuh jarak sejauh 500 hingga 600 kilometer ke arah laut lepas pantai timurnya.

Rudal yang disebut kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap berjenis Scud, diluncurkan dari sebuah wilayah bernama Hwangju pada pukul 5.45 waktu setempat dan 6.40 waktu setempat.

Peluncuran tersebut dilakukan beberapa hari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat mengumumkan keputusan final untuk menempatkan sistem pertahanan anti rudal Terminah High Altitude Area Defence (THAAD) di Korea Selatan guna menangkal ancaman dari Korea Utara.

“Rudal-rudal balistik tersebut meluncur sejauh 500 hingga 600 kilometer, sebuah jarak yang cukup jauh untuk menghantan seluruh wilayah Korea Selatan termasuk Busan,” kata pihak militer Korea Selatan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2016).

Busan merupakan kota pelabuhan Korea Selatan.

Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal balistik dalam beberapa bulan terakhir yang melanggar sanksi dari Dewan Keamanan PBB, termasuk sejumlah rudal jarak menengah pada bulan lalu dan rudal yang diluncurkan dari kapal selam pada bulan ini.

Militer Korea Utara mengancam akan membalas keputusan penempatan sistem THAAD secara fisik ketika lokasi dan waktu pemasangannya sudah diputuskan.

China juga mengkritik keputusan untuk menempatkan sistem THAAD di Korea Selatan dan mengatakan tindakan tersebut akan mengganggu kestabilan keamanan di wilayah tersebut.

Selain keputusan penempatan sistem THAAD di Korea Selatan, Korea Utara juga meradang karena tindakan Amerika yang memasukkan pimpinannya Kim Jong Un ke dalam daftar hitam untuk kasus pelanggaran hak azasi manusia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea utara korea selatan rudal

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top