Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak: Inilah 6 Poin Deklarasi Puspa 2016

Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempua dan Anak (Puspa) 2016 menyepakati 6 poin deklarasi.
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 01 Juni 2016  |  16:37 WIB
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak: Inilah 6 Poin Deklarasi Puspa 2016
Suasana pembukaan Temu Nasional Puspa 2016 - Bisnis.com/Reni Efita Hendry
Bagikan

Kabar24.com, YOGYAKARTA - Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan  dan Anak (Puspa) 2016, Rabu (1/6/2016) menyepakati enam poin deklarasi untuk dijadikan komitmen nasional.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan Puspa selama 3 hari, 30 Mei-1 Juni di Hotel Ambarrukmo, Yogyakarta, untuk membentuk sinergi bersama-sama guna  mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Temu nasional itu diikuti 379 peserta, wakil dari lembaga masyarakat, organsiasi keagamaan, organisasi profesi, akademisi/lembaga riset, dunia usaha, dan unsur media.

Masing-masing kelompok organisasi membacakan deklarasinya. Secara keseluruhan terdapat 6 poin garis besar Deklarasi Puspa Yogyakarta sebagai berikut:

  1. Komitmen untuk berbagi informasi, inovasi, dan inspirasi.
  2. Komitmen untuk sinergi nasional antara seluruh lapisan dan elemen masyarakat.
  3. Melakukan upaya kreatif di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi dan nasional untuk mempercepat meningkatnya jumlah perempuan dan anak Indonesia yang berkualitas, mandiri dan berkepribadian.
  4. Membentuk Dewan Nasional PPPA sebagai wadah untuk bersinergi pada tataran strategi dalam upaya mengakhiri kekerasan perempuan dan anak di Indonesia.
  5. Menyepakati pembentukan Forum PPPA sebagai unit reaksi cepat untuk menanggapi dan menangani maraknya kekerasan pasa perempuan dan anak.
  6. Segera membentuk tim formatur yang akan bertugas mempersiapkan pembentukan Dewan Nasional PPPA serta Forum PPPA yang terdiri dari tim perumus Deklarasi Puspa Yogyakarta 2016.

"Dengan melakukan sinergi dan kolaborasi, kita dapat berbagi peran sesuai dengan keunggulan dan potensi yang kita miliki.Adanya sinergi dan kolaborasi sudah tentu hasil dan manfaat yang akan dicapai akan lebih besar dibandingkan kita bekerja sendiri-sendiri," kata Sekretaris Menteri PPPA Wahyu Hartono, Rabu (1/6/2016).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kdrt Kejahatan Seksual Pada Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top