Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sulit Pantau Ladang Ganja, Polda Aceh Minta Pengadaan Helikopter

Kepolisian Daerah Aceh meminta pengadaan sarana angkutan udara berupa Helikopter untuk mendukung keamanan di Provinsi Aceh, terutama terkait pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 28 April 2016  |  13:10 WIB
Sulit Pantau Ladang Ganja, Polda Aceh Minta Pengadaan Helikopter
Ladang ganja - Antara

Kabar24.com, JAKARTA—Kepolisian Daerah Aceh meminta pengadaan sarana angkutan udara berupa Helikopter untuk mendukung keamanan di Provinsi Aceh, terutama terkait pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi saat menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (28/4/2016).

“Sangat dibutuhkan sarana angkutang udara berupa Helikopter. Polda Aceh memang dulu punya helikopter dua buah, tapi sudah kena tsunami dan sampai sekarang belum ada pergantian,” ujarnya.

Dia mengklaim Polda Aceh telah berhasil melakukan Operasi Bersinar dan memusnahkan ladang ganja dengan luas mencapai 407 Hektar selama kurun waktu empat bulan sejak Januari sampai April 2016. Sebelumnya, Polda juga memusnahkan 232 Hektar ladang ganja sepanjang 2015.

Pemusnahan ladang ganja dinilai efektif sebagai langkah antisipasi penyebaran Narkoba dari hulu, sehingga peredaran tidak meluas ke wilayah atau provinsi lainnya.

Menurut Husein, pemantauan ladang ganja paling efektif dilakukan melalui udara, namun hal itu sulit dilakukan karena Polda tak memiliki sarana yang mumpuni. Oleh karena itu, Kapolda berharap Wapres Kalla menindaklanjuti kebutuhan tersebut demi kelancaran tugas.  ()

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

narkoba ganja polda aceh
Editor : Fatkhul Maskur

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top