Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurikulum Ganda Bikin Repot Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Rochmat Wahab mengatakan penerapan kurikulum yang tak seragam membuat panitia kesulitan dalam melakukan pemeringkatan.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 08 Maret 2016  |  13:40 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, JAKARTA--Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Rochmat Wahab mengatakan penerapan kurikulum yang tak seragam membuat panitia kesulitan dalam melakukan pemeringkatan.

"Pemeringkatan siswa yang layak dan tidak layak mendaftar itu disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Kami minta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak bolak-balik menggunakan kurikulum, karena kita yang repot," ujar Rochmat di Jakarta, Selasa (8/3).

Menurut dia, tahun ini merupakan tahun yang cukup sulit dalam melakukan pemeringkatan karena sekolah menengah atas di Tanah Air menggunakan dua kurikulum yakni Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Rochmat melanjutkan sistem akan melakukan pemeringkatan berdasarkan jumlah SKS untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 dan berdasarkan jam belajar untuk sekolah yang menggunakan KTSP.

"Dengan penerapan kurikulum berbeda ini membuat pemeringkatan SNMPTN tidak menjadi seideal semula."

Dia menambahkan, selain itu ada beberapa penentuan siswa yang layak mendaftar SNMPTN 2016 yakni sekolah dengan akreditasi A maka 75 persen siswa terbaik di sekolahnya boleh mendaftar.

Selanjutnya sekolah dengan akreditasi B maka 50 persen siswa terbaik di sekolahnya mendaftar, selanjutnya akreditasi C maka 20 persen siswa terbaik di sekolahnya, dan akreditasi lainnya maka yang berhak mendaftar adalah 10 persen siswa terbaiknya.

"Jika dalam pemeringkatan, terjadi beberapa siswa yang memperoleh nilai sama pada peringkat ambang, maka semua siswa direkomendasikan untuk mendaftar."

Pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dilakukan pada 18 Januari hingga 20 Februari.

Kemudian diperpanjang sampai dengan 21 Februari untuk pengisian PDSS dan sampai dengan 23 Februari untuk verifikasi nilai oleh siswa.

Setelah sekolah dan siswa tersebut lulus verifikasi, maka harus secepatnya melakukan pendaftaran yang dimulai 29 Februari hingga 12 Maret.

"Jangan ditunda-tunda lagi. Secepatnya mendaftar," imbuh dia.

Proses seleksi dari SNMPTN itu sendiri dilakukan pada 24 Maret sampai dengan 8 Mei. Kemudian pengumuman kelulusan pada 10 Mei. Sedangkan untuk pendaftaran ulang, bertepatan dengan ujian tulis SBMPTN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurikulum 2013 SNMPTN 2015

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top