Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Walhi Kutuk Pembunuhan Aktivis Lingkungan Perempuan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengutuk keras terjadinya pembunuhan terhadap aktivis lingkungan asal Honduras, Berta Caceres pada 3 Maret lalu, menjelang peringatan Hari Perempuan Dunia pada 8 Maret.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 07 Maret 2016  |  18:06 WIB
Walhi Kutuk Pembunuhan Aktivis Lingkungan Perempuan
Lokasi Waduk Jatigede yang mulai terisi air setelah dimulainya penggenangan di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (1/9). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Bagikan
Kabar24.com, JAKARTA -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengutuk keras terjadinya pembunuhan terhadap aktivis lingkungan asal Honduras, Berta Caceres pada 3 Maret lalu, menjelang peringatan Hari Perempuan Dunia pada 8 Maret.
 
Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Walhi, menuturkan Caceres diduga dibunuh karena memimpin protes terhadap pembangunan proyek bendungan hidro di negara itu. Menurut Abetnego, cara kekerasan di Indonesia, walaupun dalam sistem demokrasi yang berbeda, terus terjadi terkait dengan investasi.
 
"Praktik pelanggaran HAM beriringan dengan semakin masifnya investasi untuk meluaskan bisnisnya, khususnya ekstraktif dan infrastruktur," kata Abetnego dalam rilisnya di Jakarta, Senin (7/3/2016).
 
Dia menuturkan pemerintahan Jokowi-JK terus memberikan kemudahan investasi, seperti waduk Jatigede yang dipaksakan berjalan. Oleh karena itu, sambung Abetnego, pihaknya meminta negara tak menggunakan cara-cara kekerasan untuk menghadapi warga negaranya. 
 
Dia memaparkan negara seharusnya memberikan perlindungan bagi pembela lingkungan hidup dan HAM, dan bukan sebaliknya. "Terlebih apa yang diperjuangkan oleh warga negaranya merupakan hak-hak dasar," tegasnya. 
 
Berta Caceres sebelumnya memperoleh penghargaan Goldman Environmental Prize pada 2015. Dia memimpin protes gerakan masyarakat adat terhadap pembangunan bendungan tersebut karena berpotensi membanjiri wilayah adat dan menghentikan pasokan air terhadap warga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

walhi aktivis lingkungan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top