Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BIN Kecolongan, DPR Bentuk Tim Pengawas Intelijen

Ketua DPR, Ade Komaruddin mengatakan keberadaan Tim Pengawasa Intelijen (TPI) DPR akan membawa angin segara bagi perbaikan kinerja Badan Intelijen Negara (BIN).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Januari 2016  |  15:38 WIB
Logo Badan Intelijen Negara - bin.go.id
Logo Badan Intelijen Negara - bin.go.id
Kabar24.com, JAKARTA--Ketua DPR, Ade Komaruddin mengatakan keberadaan Tim Pengawasa Intelijen (TPI) DPR akan membawa angin segara bagi perbaikan kinerja Badan Intelijen Negara (BIN).
 
Pernyataan itu disampaikannya menyusul dilantiknya tim yang beranggotakan 14 orang tersebut dalam sidang paripurna DPR hari ini, Selasa (26/1/2016).
 
Menurutnya, selain untuk memperbaiki sistem intelijen yang ada, keberadaan tim tersebut juga telah melalui proses pengkajian sebelumnya.
 
Pembentukan tim itu salah satu langkah untuk perbaikan dan merupakan hasil kajian.
 
"Jadi, saya optimistis tim pengawas intelijen akan membawa angin segar dan memperbaiki kinerja BIN ke depan," ujar Ade menegaskan.
 
Dia mengakui akhir-akhir ini kinerja BIN sempat menjadi sorotan publik terutama saat terjadi serangan bom teroris di Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
 
Ade pernah menyebut kejadian tersebut menunjukkan BIN kecolongan meski dibantah oleh Kepala BIN, Sutiyoso.
 
Rencana pembentukan Tim Pengawas Intelijen itu sendiri dibahas di DPR sejak Juni 2015 lalu.
 
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan bahwa tim itu bisa menginvestigasi operasi intelijen yang dianggap menyimpang.
 
"Tim pengawas ini sesuai dengan undang-undang dan aturan DPR, pertama adalah dia melakukan pengawasan khusus terhadap pelaksanaan tugas kewenangan BIN," kata politisi PKS itu.
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr bin badan intelijen negara
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top