Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pernyataan Kapolda Terkait Video Teror Ancaman Serangan ke Polda Metro

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan menyelidiki video yang menyebarkan ancaman untuk menghancurkan markas Polda Metro Jaya.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 24 November 2015  |  07:32 WIB
Ini Pernyataan Kapolda Terkait Video Teror Ancaman Serangan ke Polda Metro
Irjen Pol Tito Karnavian - Antara

Bisnis.com, Jakarta -- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan menyelidiki video yang menyebarkan ancaman untuk menghancurkan markas Polda Metro Jaya.

Menurutnya, pihaknya telah mengetahui ancaman tersebut. Namun, polisi masih mencari informasi terkait kemampuan mereka untuk melancarkan serangan tersebut.

"Kami sudah mengetahui ada beberapa sel terorisme di Jakarta. Namun, kami belum mendapat informasi bahwa mereka akan melakukan serangan maupun kemampuan mereka untuk melakukan itu," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/11/2015).

Selain itu, mantan Kepala Densus 88 tersebut menekankan pihaknya terus memantau gerakan-gerakan mereka.

"Aparat saat ini sedang memonitor keras gerakan-gerakan mereka. Tidak ada ancaman khusus. Namun, kami tetap mewaspadai gerakan-gerakan mereka," tambahnya.

Sebelumnya, beredar video di jejaring sosial yang diduga merupakan suara Santoso, pimpinan kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Dalam video yang menebarkan ancaman tersebut, Santoso mengatakan bakal menghancurkan markas Polda Metro Jaya yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta itu.

"Yang kalian percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, rela atau tidak rela Panji Hitam ini akan berkibar dengan izin Allah di atas Istana Merdeka. Dan akan kami hancurkan Polda Metro Jaya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teror
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top