Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Ledakan Speed Boat Presiden: Sri Lanka Deportasi Remaja Berusia 18 Tahun Ini ke Maladewa

Sri Lanka memulangkan seorang remaja warga Maladewa, Senin, yang dicari dalam penyelidikan terkait ledakan di speed boat yang membawa Presiden Maladewa Abdulla Yameen, kata pejabat pemerintah dan komisi tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 November 2015  |  19:35 WIB
Petugas mengangkat seorang wanita yang terluka setelah speed boat yang membawa Presiden Maladewa Abdulla Yameen (tak tampak pada gambar) meledak pada  28 September lalu. - Reuters
Petugas mengangkat seorang wanita yang terluka setelah speed boat yang membawa Presiden Maladewa Abdulla Yameen (tak tampak pada gambar) meledak pada 28 September lalu. - Reuters

Kabar24.com, KOLOMBO -- Seorang remaja dideportasi dari Sri Lanka terkait kasus ledakan kapal yang membawa Presiden Maladewa sepulang menjalankan ibadah haji.

Sri Lanka memulangkan seorang remaja warga Maladewa, Senin, yang dicari dalam penyelidikan terkait ledakan di speed boat yang membawa Presiden Maladewa Abdulla Yameen, kata pejabat pemerintah dan komisi tinggi.

Deportasi itu dilakukan setelah Badan Penyelidikan Federal AS (FBI) mengatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa ledakan pada 28 September itu disebabkan oleh sebuah bom.

Presiden Yameen, 56, tidak terluka dalam ledakan di speed boat kepresidenan yang akan berlabuh di ibu kota, Male, sekembalinya dari menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. Namun istri dan dua pembantunya cidera.

Petugas imigrasi Sri Lanka memulangkan seorang warga Maladewa berumur 18 tahun, namun menolak merinci lebih jauh.

"Atas permintaan Komisi Tinggi Maladewa, satu tim penyelidikan (imigrasi) menahan warga Maladewa dan memulangkannya dengan penerbangan hari ini setelah membatalkan visanya," kata Lakshan Zoysa, jurubicara kantor imigrasi kepada Reuters.

Seorang pejabat komisi tersebut mengatakan remaja yang ditahan itu merupakan satu dari delapan orang yang dicari terkait ledakan itu. Polisi Maladewa pada Sabtu menahan tujuh orang.

"Ia adalah seorang yang aktif di media sosial dan pendukung berat wakil presiden yang ditahan," kata pejabat tersebut seperti ditulis Antara, Senin (2/11/2015).

Wakil Presiden Maladewa Ahmed Adheeb ditahan pada Oktober terkait ledakan itu, Namun, ia membantah telah melakukan kesalahan. Menteri Pertahanan Moosa Ali Jaleel dipecat pada pertengahan Oktober.

Pemerintah Maladewa sebelumnya mengatakan ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh kesalahan mekanis, namun kemudian mengatakan bahwa ledakan itu merupakan upaya pembunuhan.

Yameen memicu unjuk rasa jalanan di Maladewa dengan langkahnya membungkam penentang politik, termasuk penahanan presiden pertama yang terpilih secara demokratis, Mohamed Nasheed, yang tahun ini divonis 13 tahun penjara atas dakwaan terorisme dan menimbulkan kemarahan masyarakat internasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri lanka Maladewa

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top