Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NATO Tolak Alasan Rusia Masuki Wilayah Udara Turki

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menolak alasan Rusia bahwa pelanggaran yang dilakukan pesawat tempurnya di wilayah Turki sebagai ketidaksengajaan menyebutkan negara itu kian banyak mengirim pasukan darat dan angkatan laut ke Suriah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  10:15 WIB
Markas NATO - Reuters
Markas NATO - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menolak alasan Rusia bahwa pelanggaran yang dilakukan pesawat tempurnya di wilayah Turki sebagai ketidaksengajaan, dan menilai negara itu kian banyak mengirim pasukan darat dan angkatan laut ke Suriah.

Dengan kian gencarnya Rusia melakukan serangan udara termasuk ke wilayah kota kuno Palmyra, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan, dirinya telah kehilnangan kesabaran atas pelanggaran wilayah udara Negara itu.

"Serangan terhadap Turki berarti juga serangan terhadap NATO,” ujar Erdogan dalam satu konferensi pers kemarin waktu setempat sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (7/10/2015).

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, Rusia tidak memberikan 'penjelasan sebenarnya' terkait pelanggaran yang berlangsung dalam waktu lama.

Rusia menyatakan pelanggaran pada hari Sabtu (03/10/2015) berlangsung selama beberapa detik dan dilakukan karena cuaca buruk. Negara itu mengatakan sedang memeriksa tuduhan pelanggaran tersebut.

Pasukan negara itu memulai serangan udaranya di Suriah pada hari Rabu (30/9/2015) dengan sasaran para milisi ISIS. Tetapi, NATO dan sekutunya menyatakan kekhawatiran bahwa Rusia memusatkan serangan pada kelompok-kelompok yang menentang Presiden Bashar al-Assad.

Sebagian dari para penentang Presiden al-Assad itu mendapat dukungan dari pihak Barat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato krisis suriah

Sumber : reuters

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top