Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Timur Tengah: Nato Tuding Rusia Sengaja Masuk Wilayah Udara Turki

North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengatakan pelanggaran Rusia di wilayah udara Turki pada akhir pekan lalu tidak terlihat adanya unsur kecelakaan.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 06 Oktober 2015  |  17:32 WIB
Markas NATO - Reuters
Markas NATO - Reuters

Kabar24.com, BRUSSELS -Krisis Timur Tengah yang berpusat di Suriah kian menunjukkan komplikasi. Rusia yang berdalih mengejar kelompok ISIS dituding sengaja melanggar wilayah udara Turki, salah satu negara anggota NATO.

North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengatakan pelanggaran Rusia di wilayah udara Turki pada akhir pekan lalu tidak terlihat adanya unsur kecelakaan.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg juga menyebutkan Rusia tidak memberikan penjelasan yang konkret atas dua pelanggaran tersebut. Jens juga menyebut tindakan Rusia tidak dapat diterima.

Sebelumnya, Rusia mengklaim pelanggaran pertama berlangsung hanya beberapa detik karena cuaca buruk.

Rusia telah melancarkan serangan udara di wilayah Suriah sejak Rabu (30/9/2015) dan mengklaim telah menargetkan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Namun, NATO dan negara sekutu lainnya menyatakan keprihatinan karena Rusia dianggal telah menyerang kelompok oposisi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menanggapi hal tersebut, Stoltenberg mengatakan NATO dan Rusia harus mengadakan komunikasi terbuka antar militer.

Dia mengatakan adanya penumpukkan militer yang besar oleh Rusia di Suriah, termasuk pasukan darat dan Angkatan Laut Rusia.

"Pengembangan militer Rusia adalah keprihatinan besar," paparnya seperti dilansir BBC, Selasa (6/10/2015). Dia juga meminta Rusia menghindari ketegangan yang semakin tinggi dengan NATO.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia krisis suriah krisis timur tengah

Sumber : BBC

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top