Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Suriah: Rusia Klaim Serangan Udara atas Permintaan Suriah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menekankan serangan udara yang dilakukan Rusia di Suriah, Kamis (1/10/2015) adalah target yang sama dengan koalisi pimpinan AS, yaitu kelompok radikal ISIS.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 02 Oktober 2015  |  02:32 WIB
Presiden Suriah Bashar al Assad.  -
Presiden Suriah Bashar al Assad. -

Kabar24.com, NEW YORK - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menekankan serangan udara yang dilakukan Rusia di Suriah, Kamis (1/10/2015) adalah target yang sama dengan koalisi pimpinan AS, yaitu kelompok radikal ISIS.

"Sejauh yang saya pahami, koalisi yang dipimpin AS mengumumkan ISIS dan kelompok terkait lainnya adalah musuh. Koalisi juga melakukan hal yang sama seperti Rusia," jelas Lavrov dilansir dari BBC, Jumat (2/10/2015) dinihari WIB.

"Target yang diserang dipilih berdasarkan koordinasi dengan tentara Suriah," tambahnya.

Terkait dengan Tentara Bebas Suriah ia menambahkan, "Kami percaya bahwa Tentara Bebas Suriah harus menjadi bagian dari proses politik seperti beberapa kelompok bersenjata lainnya."

Lavrov juga mengatakan tidak ada rencana untuk memperluas serangan udara ke Irak. "Kami tidak diundang. Kami tidak diminta dan kami adalah orang-orang yang sopan. Seperti yang Anda tahu, Kami tidak datang jika tidak diundang," katanya.

Tindakan Rusia di Suriah menimbulkan kekhawatiran konflik disengaja dengan koalisi pimpinan AS dan Lavrov mengatakan pembicaraan pertama antara Rusia dan Amerika Serikat akan diadakan sesegera mungkin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia krisis suriah

Sumber : BBC

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top