Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Suriah: Rusia Tegaskan Serangan Udara untuk Gempur ISIS

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan serangan udara Rusia di Suriah, Kamis (1/10/2015) waktu setempat ditujukan kepada kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 02 Oktober 2015  |  02:51 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, NEW YORK - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan serangan udara Rusia di Suriah, Kamis (1/10/2015) waktu setempat ditujukan kepada kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Lavrov menolak rumor yang mengatakan bahwa tindakan Rusia itu untuk memperkuat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dia juga menggarisbawahi, Rusia tidak menganggap oposisi Suriah menjadi kelompok teroris.

Jet Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah, Kamis (1/10) waktu setempat. Rusia mengaku serangan tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah Suriah untuk memerangi ISIS yang telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Namun, AS dan sekutunya khawatir serangan tersebut menargetkan oposisi al-Asaad. Menanggapi hal tersebut, Lavrov berbicara di PBB dan mengatakan Rusia akan melawan ISIS dan kelompok teroris lainnya, termasuk al-Nusra Front yang merupakan afiliasi al-Qaeda.

Dia mengatakan keadaan ini sama dengan yang telah dilakukan oleh koalisi pimpinan AS yang sudah melakukan serangan udara di Irak dan Suriah selama beberapa bulan terakhir.

"Kami tidak mendukung siapapun terhadap rakyat mereka sendiri. Kami berjuang melawan terorisme," ungkapnya dilansir BBC, Jumat (2/10) dinihari WIB.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia krisis suriah ISIS

Sumber : BBC

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top