Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paus Franciscus ke AS, Gedung Putih Sebut Pandangan Paus Sulit Diterima

Para pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa pandangan pemimpin umat Katolik dunia Paus Franciscus tidak mudah disesuaikan dengan pandangan Amerika, yakni Demokrat yang liberal dan Republik yang konservatif.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 21 September 2015  |  19:35 WIB
Paus Fransiskus - Reuters
Paus Fransiskus - Reuters

Kabar24.com, KUBA - Para pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa pandangan pemimpin umat Katolik dunia Paus Franciscus tidak mudah disesuaikan dengan pandangan Amerika, yakni Demokrat yang liberal dan Republik yang konservatif.

Hal tersebut disampaikan Direktur Senior Gedung Putih untuk Urusan Eropa, Charlie Kupchan. Dia mengatakan Paus adalah sosok yang sangat independen.

"Kami tahu dari perjalanan sebelumnya, kami tidak akan tahu apa yang akan dia katakan sampai dia mengatakannya sendiri," ujarnya seperti dilansir dari Reuters, Senin (21/9/2015).

Dia juga beranggapan bahwa akan ada pernyataan Paus yang berseberangan dengan Amerika. "Kami menaksir bahwa akan ada beberapa pernyataan Paus yang kita tidak dapat setujui karena adanya perbedaan," paparnya.

Namun, Gedung Putih berharap pernyataan Paus untuk memerangi kemiskinan dan mengatasi perubahan iklim dapat mendukung agenda presiden.

Sebelumnya diwartakan, Paus Franciscus akan bertolak ke AS pada Selasa (22/9/2015). Paus akan disambut oleh Presiden AS Barack Obama dan Wakil Presiden AS Joe Biden saat mendarat di Washington setelah kunjungan 4 hari di Kuba.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gedung putih paus fransiskus

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top