Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemberantasan Korupsi: Kabareskrim Bantah Soal Kerugian Negara Jadi Pasal Karet

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Pol. Budi Waseso berpendapat dalam pemberantasan korupsi soal kerugian tidak dapat dikatakan sebagai pasal karet.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 21 Agustus 2015  |  16:53 WIB
Komjen Pol. Budi Waseso - Antara
Komjen Pol. Budi Waseso - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Pol. Budi Waseso berpendapat dalam pemberantasan korupsi soal kerugian tidak dapat dikatakan sebagai pasal karet.

"Tidak seperti itu, kita baca undang-undang korupsi sendiri. Potensi adanya tindak pidana saja sudah masuk kategori pidana, itu baru potensi" kata Buwas di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Pernyataan Komjen Buwas itu menanggapi pernyataan Menkopolhukam Luhut Panjaitan yang meminta penegak hukum mempertegas definisi kerugian negara dalam pengertian korupsi.

Sebab, pemerintah tidak ingin definisi kerugian negara dijadikan alat menyeret pihak tertentu ke persoalan hukum.

Buwas mengatakan, dalam undang-undang korupsi disebutkan potensi kerugian negara saja sudah masuk kategori pidana. "Itu baru potensi," katanya.

Namun demikian, dia mengungkapkan penegakan hukum korupsi tidak serta merta mengedepankan hal tersebut.

Menurut Buwas, yang terpenting adalah menyelamatkan serta mengembalikan kekayaan negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menginginkan kebijakan pemerintah tidak dibawa ke ranah pidana serta persoalan perdata tidak boleh diseret ke pidana.

Karena itu, Menkopolhukam berkomitmen untuk menciptakan situasi aman dan nyaman bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Situasi yang dimaksud adalah kepastian hukum untuk mempermudah, sehingga mempercepat proses pembangunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi pemberantasan korupsi
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top