PENCEMARAN NAMA BAIK: Aktivis ICW Penuhi Panggilan Bareskrim

Emerson Yuntho, aktivis Indonesian Corruption Watch memenuhi undangan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan pakar hukum Romli Atmasasmita.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 27 Juli 2015  |  14:07 WIB
PENCEMARAN NAMA BAIK: Aktivis ICW Penuhi Panggilan Bareskrim
Kasubdit III Direktorat Tipidum Bareskrim Kombes Pol. Umar Surya Fana - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Emerson Yuntho, aktivis Indonesian Corruption Watch memenuhi undangan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan pakar hukum Romli Atmasasmita. 

"Kami kuasa hukum dan klien kami Emerson datang ke Bareskrim untuk penuhi panggilan penyidik. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada hukum. Kita akan lihat pemeriksaannya seperti apa," kata kuasa hukum ICW Febionesta saat mendampingi kliennya di Bareskrim, Senin (27/7/2015). 

Menurutnya, tidak ada persiapan dalam pemeriksaan ini. Namun, pihaknya meminta penyidik menghormati proses yang dijalankan oleh Dewan Pers. 

"Kami belum mendapatkan update dari Dewan Pers dan kami berharap Dewan Pers sudah dapat langsung berkoordinasi dengan penyidik," katanya. 

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Umum Bareskrim Polri berharap kerja sama aktivis Indonesia Corruption Watch dalam memberi keterangan terkait laporan dugaan pencemaran nama baik pakar hukum Romli Atmasasmita kepada aktivis tersebut.

"Penyidik lebih berharap kerja samanya dari aktivis ICW untuk bisa berikan keterangan dari sisi mereka, karena prinsipnya penyidik bukan representasi pelapor maupun representasi terlapor," kata Kasubdit III Direktorat Tipidum Bareskrim Kombes Umar Surya Fana, Kamis (24/7/2015).

Umar mengimbau kepada para terlapor sesegera mungkin memberikan keterangan kepada penyidik agar terang permasalahan tersebut. "Jangan jadikan penyidik sebagai common enemy bagi terlapor," katanya.

Umar menambahkan untuk penetapan tersangka dalam kasus ini masih jauh karena pihaknya masih harus mengumpulkan alat bukti. "Tidak semua laporan polisi berakhir dengan penetapan terlapor sebagai tersangka," katanya.

Aktivis ICW mengadukan laporan Romli ke Dewan Pers karena dianggap permasalahan tersebu terkait pemberitaan. Kendati demikian, Bareskrim tetap memproses laporan tersebut.

Oleh karena itu, dua aktivis ICW Adnan Topan Husodo dan Emerson Yuntho tidak memenuhi undangan penyidik karena menunggu keputusan dari Dewan Pers.

Sebelumnya pada Kamis (21/5/2015), pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita ‎melaporkan dua aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan dan Emerson serta mantan penasihat KPK  Said Zaenal Abidin ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Romli selaku pelapor turut menyerahkan kliping sejumlah media massa yang mengutip pernyataan terlapor yaitu pada harian Kompas, Tempo, dan The Jakarta Post. Ketiganya dilaporkan dengan menggunakan Pasal 310, 311 KUHP dan Pasal 27 (3) UU ITE.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
icw, pencemaran nama baik

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top