Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BIN & TNI Resmi Miliki Komandan Baru

Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI resmi memiliki pimpinan baru setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI, dan Sutiyoso menjadi Kepala BIN.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 08 Juli 2015  |  13:46 WIB
Pelantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, di Istana Negara Jakarta, Rabu (8/7/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Pelantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, di Istana Negara Jakarta, Rabu (8/7/2015). - JIBI/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI resmi memiliki pimpinan baru setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI, dan Sutiyoso menjadi Kepala BIN.

Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 49-TNI Tahun 2015. Keppres yang ditandatangani pada 6 Juli 2015 itu pun mulai berlaku sejak pelantikan Gatot yang dilakukan di Istana Negara pada 8 Juli 2015.

“Tidak akan memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun juga,” katanya di Istana Negara, Rabu (8/7/2015).

Dalam sumpah jabatannya, Gatot juga menyebut tidak akan menerima pemberian berupa apa pun dari siapa pun yang berkaitan dengan posisinya sebagai Panglima TNI. Dia pun berjanji akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit.

Kemudian Sutiyoso diangkat menjadi Kepala BIN berdasarkan Keppres No. 52/P Tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BIN. Keppres tersebut juga memberikan Sutiyoso hak keuangan dan fasilitas lain setingkat menteri.

Dalam sumpah jabatannya, Sutiyoso berjanji akan menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi dan supremasi hukum. Sutiyoso pun memastikan akan menjunjung tinggi kode etik intelijen negara di setiap tempat, waktu, dan dalam keadaan bagaimana pun juga.

“Bahwa saya pantang menyerah dalam menjalankan segala tugas dan kewajiban jabatan, dan memegang teguh segala rahasia intelijen negara,” ujarnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang telah memasuki masa pensiun. Gatot menjadi Kepala Staf Angkatan Darat sejak Juli 2014 menggantikan Jenderal TNI Budiman.

Gatot lulus Akademi Militer pada 1982, dan sempat menjadi Komandan Kodiklat TNI AD, Pangdam V/Brawijaya, dan Gubernur Akmil. Selain itu, Gatot juga saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PB FORKI periode 2014-2018.

Sementara itu, Sutiyoso yang menggantikan Marciano Norman pensiun dari TNI dengan pangkat Letnan Jenderal. Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu juga pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sepanjang periode 1997-2002 dan 2002-2007.

Dalam karir militernya, Sutiyoso juga pernah menjabat sebagai Asisten Personel, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Namanya mulai dikenal saat menjadi komandan resimen terbaik ketika menjabat Kepala Staf Kodam Jaya pada 1994, dan kemudian menjadi Paglima Kodam Jaya.

Gatot dan Sutiyoso tanpa hambatan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Keduanya pun disetujui melalui rapat paripurna DPR, setelah Komisi I menyerahkan hasil uji kelayakan dan kepatutan kepada pimpinan DPR.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni badan intelijen negara
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top