Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamakali dalam Sejarah, Orang Pedalaman Papua Jadi Staf Khusus Presiden

Presiden Joko Widodo menunjuk Lenis Kogoya, seorang putera Papua sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua, menjadi Staf Khusus Presiden.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 04 Juni 2015  |  13:50 WIB
Lenis Kogoya, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Staf Khusus Presiden - JIBI/Ana Noviani
Lenis Kogoya, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Staf Khusus Presiden - JIBI/Ana Noviani

Kabar24.com, JAKARTA-- Presiden Joko Widodo menunjuk Lenis Kogoya, seorang putera Papua sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua, menjadi Staf Khusus Presiden.

SIMAK: STIE ADHY NIAGA DIBEKUKAN: Alumni Tempuh Jalur Hukum

 Setelah diskusi perdana dengan Jokowi, Lenis menuturkan, pelantikan dirinya telah pada 5 Mei 2015. Menurutnya, putera Papua diangkat menjadi Staf Khusus Presiden merupakan sejarah baru di Indonesia.

SIMAK: PUTERA JOKOWI MENIKAH: Prabowo & Ketum Parpol Diundang

 "Mungkin baru kali ini, sejarah baru, orang gunung pedalaman bisa masuk di Istana," kata Lenis di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2015). 

Sebagai Staf Khusus Presiden, Lenis tak hanya menangani Papua, tetapi seluruh Indonesia. Namun, Papua akan diprioritaskan lantaran relatif tertinggal dari sisi pembangunan masyarakat dan infrastrukturnya.

SIMAK: ARTIS TERLIBAT PROSTITUSI: Mucikari Sebut Anggota DPR Pelanggan

 Lenin yang merupakan Kepala LMA Papua juga akan memperjuangkan adat di seluruh Indonesia. Adat dinilai sebagai fondasi pembangunan negara. 

"Dalam waktu dekat masyarakat adat dari Sabang sampai Merauke akan kami panggil untuk musyawarah bagaimana membangun negeri dengan adat," ujarnya. 

Sesuai semangat Presiden, Lenis akan sering terjun ke lapangan untuk meninjau perkembangan pembangunan yang diinstruksikan Presiden. Salah satunya di bidang sosial-politik, yakni terkait menuntaskan rekonsiliasi negara dengan tahanan politik di Papua. 

Dengan masuknya putera Papua di Istana, Lenis optimistis anggapan bahwa negara menyisihkan masyarakat Papua akan terkikis. Pada akhirnya, gerakan separatis juga dapat diredam.

"Kita akan bangun Indonesia sama-sama. Tidak mungkin mengamuk karena keluhannya sudah kita kasih, sumber alamnya dibagi, pasti aman," pungkasnya. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Staf Khusus Presiden Jokowi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top