Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemalsu Buku Nikah Akan Dikenai Tindak Pidana

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pelaku pemalsuan buku nikah akan dikenai tindak pidana.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juni 2015  |  08:32 WIB
Pemalsu Buku Nikah Akan Dikenai Tindak Pidana
Buku nikah - istimewa

Kabar24.com, JAKARTA– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pelaku pemalsuan buku nikah akan dikenai tindak pidana, karena buku nikah yang resmi dikeluarkan Kementerian Agama merupakan dokumen negara.

Menag mengemukakan hal itu usai membuka Musabaqah Baca Kitab dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Penghulu tingkat Nasional 2015 di Jakarta, Rabu (3/6/2015), menanggapi maraknya pemalsuan buku nikah.

Hadir dalam acara pembukaan Kabalitbang dan Diklat Abdurrahman Mas’ud dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali.

Menurut Menag, kasus pemalsuan buku nikah karena ada pihak yang ingin mengambil keuntungan materi semata.

“Kami sudah bekerja sama dengan polisi dalam penanganan masalah pemalsuan buku nikah,” ujar Menag seperti dikutip kemenag.go.id.

Ia mengatakan, penghulu mempunyai ciri khas di negara kita.

“Penghulu dan Kemenag tidak bisa dipisahkan, kalau penghulu baik citra Kemenag baik begitu juga citra Islam jadi baik,” terangnya.

Menurutnya, saat ini penghulu sudah ada perubahan yang lebih baik, meski masih ada satu-dua yang melakukan tindakan yang tidak terpuji.

“Namun kapasitas dan kualitas penghulu sudah lebih baik,” ujarnya.

Dengan kegiatan musabaqah, menurut Menag diharapkan tampil penghulu yang memang bisa dirasakan masyarakat kita, diharapkan pula karya ilmiah dari para peserta bisa disebar-luaskan melalui media.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian agama Buku Nikah

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top