Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ISLAH GOLKAR: Agung Laksono Sambangi Kediaman JK

Ketua Umum Partai Golongan Karya versi Musyawarah Nasional Ancol Agung Laksono mendatangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kuat dugaan pertemuan membahas islah Partai Beringin.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 25 Mei 2015  |  20:31 WIB
Ketua Umum partai Golkar versi munas Ancol Agung Laksono (kiri) dan Sekjen Zainudin Amali saat melakukan jumpa pers, di Jakarta, Rabu (4/2/2015). - Antara/Hafidz Mubarak A.
Ketua Umum partai Golkar versi munas Ancol Agung Laksono (kiri) dan Sekjen Zainudin Amali saat melakukan jumpa pers, di Jakarta, Rabu (4/2/2015). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua Umum Partai Golongan Karya versi Musyawarah Nasional Ancol Agung Laksono mendatangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kuat dugaan pertemuan membahas islah Partai Beringin.

Berdasar pantauan Bisnis, terlihat empat mobil mewah memasuki pintu gerbang kediaman Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, sekitar pukul 19.30 WIB, Senin (25/5/2015).

Yorrys Raweyai, Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung Laksono menyebutkan dirinya mengunjungi kediaman Kalla bersama Agung Laksono, Sekretaris Jenderal Golkar Zainuddin Amali, dan dua politisi Golkar kubu Agung Laksono.

"Kami berlima ke rumah dinas Pak JK, mungkin akan selesai pukul 20.30 WIB," katanya saat dihubungi wartawan.

Dalam pemberitaan sebelumnya diketahui ada empat hal yang telah disiapkan politisi senior Golkar Jusuf Kalla untuk merealisasikan islah di tubuh Golkar.

Empat poin itu harus dipatuhi kedua kubu agar dapat mengikuti pemilihan umum kepala daerah serentak 2015.

Pertama, kedua kubu harus mengedepankan kepentingan partai dan kader.

Kedua, bekerja sama dalam menjaring anggota.

Ketiga, kedua kubu juga harus membahas kriteria calon kepala daerah yang akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara bersama-sama. Nantinya calon kepala daerah mesti disetujui oleh kedua belah pihak.

Poin terakhir, pengajuan calon harus melalui DPP yang diakui oleh KPU.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kisruh Golkar ISLAH GOLKAR
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top