Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI KONDENSAT: Semoga Bukan Sandiwara, Tapi Rawan Dibarter

Pengamat energi dari Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara berharap penanganan kasus dugaan korupsi kondensat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama oleh Polri bukan sandiwara.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 09 Mei 2015  |  12:13 WIB
Penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5) terkait penyidikan tindak pidana korupsi dan pencucian uang penjualan kondesat oleh SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) Tahun 2009-2010 dengan kerugian negara sekitar Rp2 triliun. - Antara/Imam
Penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5) terkait penyidikan tindak pidana korupsi dan pencucian uang penjualan kondesat oleh SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) Tahun 2009-2010 dengan kerugian negara sekitar Rp2 triliun. - Antara/Imam

Kabar24.com, JAKARTA -- Pengamat energi dari Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara berharap penanganan kasus dugaan korupsi kondensat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama oleh Polri bukan sandiwara.

Diakui Marwan, bila di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jarang ditemui penanganan kasus korupsi berhenti di tengah jalan kecuali kasus Komjen Budi Gunawan, sehingga kasus terus berjalan. Sedangkan di kepolisian dan kejaksaan, penanganan kasus sewaktu-waktu dapat dihentikan.

"Polisi dan jaksa itu rawan sekali dihentikan kemudian dibarter dengan kasus-kasus lain," katanya kepada Bisnis, Jumat (8/5/2015).

Karenanya, dia pun mewanti-wanti agar penanganan kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp2 triliun ini jangan sampai terjadi sandiwara, yaitu begitu ditemukan keterlibatan pihak penguasa lama kemudian merembet ke penguasa sekarang, kasus pun dibarter.

Sebab, dia menilai kasus yang melibatkan SKK Migas dan PT TPPI ini tidak berjalan sendiri, namun melibatkan berbagai pihak. Apalagi, kasus sempat urung ditindaklanjuti ketika berada di KPK, baru ditangani ketika berganti kekuasaan.

Marwan mengaku sudah berbicara dengan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Victor Edi Simanjuntak mengapresiasi langkah penyidik, sekaligus meminta komitmen menuntaskan kasus tersebut.

"Saya berharap komitmen ini ada pula di benak Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Kapolri Jenderal Badrodin agar mereka benar-benar mau menyelesaikan kasus ini," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi Korupsi Kondensat SKK Migas
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top