Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berkas Perkara Kondensat Dilimpahkan ke Kejagung Pekan ini

Bareskrim Polri berjanji bakal limpahkan perkara para tersangka kasus Kondensat ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung pekan ini.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  18:23 WIB
Berkas perkara Raden Priyono dan Djoko Harsono - Bisnis.com/Dika Irawan
Berkas perkara Raden Priyono dan Djoko Harsono - Bisnis.com/Dika Irawan
Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri berjanji bakal limpahkan perkara para tersangka kasus Kondensat ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung pekan ini.
 
Kombes Jamaluddin, Kasubdit III Tindak Pidana Pencucian Uang pada Bareskrim Mabes Polri,  mengatakan bahwa masih ada satu tersangka yang belum juga ditangkap atau berstatus buron yaitu Direktur Utama PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno.
Maka dari itu, penyidik Bareskrim akan meminta JPU (jaksa penuntut umum) untuk mengadili buronan Honggo secara in absentia atau tanpa kehadiran tersangka.
 
Sementara dua tersangka lain dalam kasus yang merugikan keuangan negara US$2,716 miliar itu adalah mantan Deputi Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono dan mantan Kepala BP Migas Raden Priyono.
 
"Kami sudah cari buronan itu sampai ke luar negeri tetapi tidak ketemu juga. Tetapi kami tetap akan limpahkan berkasnya ke Kejaksaan Agung," tutur Jamaluddin, Senin (27/1/2020).
 
Seperti diketahui, Honggo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penjualan kondensat bagian negara.
 
Badan Pemeriksa Keuangan menaksir kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait penjualan kondensat bagian negara yang melibatkan SKK Migas, Kementerian ESDM, dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) mencapai US$2,716 miliar.
 
Dalam kasus yang menyeret tiga tersangka, yakni mantan Deputi Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, dan pendiri PT TPPI Honggo Wendratno tersebut, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi dari unsur SKK Migas, TPPI, Kementerian Keuangan, Pertamina, dan Kementerian ESDM.
 
Kasus bermula dari penunjukan langsung BP Migas terhadap PT TPPI pada bulan Oktober 2008 terkait penjualan kondensat dalam kurun 2009 sampai 2010. Perjanjian kontrak kerja sama kedua lembaga tersebut dilakukan Maret 2009.
 
Penunjukan langsung ini menyalahi Peraturan BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-50 tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondesat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BP00000/2003-S0 tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjualan Minyak Mentah Bagian Negara.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korupsi Kondensat SKK Migas
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top