Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltim Perlu Perbaiki Perda Retribusi Daerah

Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Timur mengusulkan agar Pemda Kaltim mengkaji ulang peraturan tentang retribusi daerah dan pajak daerah yang berlaku di wilayahnya.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 20 April 2015  |  15:43 WIB
Jembatan Kembar di Kaltim
Jembatan Kembar di Kaltim

Kabar24.com, SAMARINDA -- Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Timur mengusulkan agar Pemda Kaltim mengkaji ulang peraturan tentang retribusi daerah dan pajak daerah yang berlaku di wilayahnya.

Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Kaltim Alexander Sumarno mengatakan beberapa perda retribusi atau pajak daerah yang berlaku terlalu memberatkan pelaku usaha lokal. Karena itu, pihaknya meminta agar segera direvisi.

"Sebaiknya aturan retribusi itu diarahkan untuk mendorong ekonomi, jangan sebagai alat mencari uang semata," katanya kepada Bisnis, Senin (20/4/2015).

Dia mengungkapkan pihaknya akan selalu mendukung kebijakan pemda dalam mendorong pekonomian. Meskipun demikian,  pihaknya akan bersuara jika ada kebijakan yang tidak rasional.

Misalnya saja terkait Perda Pengenaan pajak genset atau generator listrik. Perda tersebut mewajibkan perusahaan yang memiliki genset  yang wajib dibayar setiap tahun.

"Ini kan tidak masuk akan, sekarang Kaltim lagi krisis listrik, kog kita beli genset malah dikenakan pajak," sebutnya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar pemda melakukan evaluasi secara menyeluruh atas perda-perda yang berlaku di wilayahnya.
Jangan sampai aturan yang ada justru menghambat arus investasi yang akan masuk.

"Bikin perda yang jelas manfaatnya, hapus perda yang tidak jelas," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perda pemprov kaltim
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top