Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indo Barometer: Parpol Bukan Beban Demokrasi

Fenomena munculnya gerakan deparpolisasi semakin menguat akibat banyaknya pihak yang mengatasnamakan independensi melihat partai sebagai beban demokrasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 April 2015  |  11:35 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melihat-lihat stan berisi kiprah fraksi PDIP di MPR di sela-sela Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4).  - Antara
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melihat-lihat stan berisi kiprah fraksi PDIP di MPR di sela-sela Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Fenomena munculnya gerakan deparpolisasi semakin menguat akibat banyaknya pihak yang mengatasnamakan independensi melihat partai sebagai beban demokrasi.

Demikian dikemukakan oleh pengamat politik dan Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari dalam keterangannya kepada wartawan Rabu (15/4/2015).

Menurutnya, gerakan deparpolisasi harus ditolak karena tidak sesuai dengan sistem politik yang dianut Indonesia saat ini, yakni demokrasi.

“Tidak ada demokrasi tanpa partai politik dan partai politik adalah pilar demokrasi. Partai politik memegang peranan fundamental dalam roda pemerintahan demokratis,” ujarnya.

Melalui partai politik, ujarnya, terjadi agregasi kepentingan masyarakat selain munculnya komunikasi politik, kaderisasi, dan regenerasi kepemimpinan bangsa. Tidak bisa dipungkiri eksistensi parpol merupakan penghubung antara negara dan masyarakat.

“Memang fungsi dan kerja parpol belum maksimal, tetapi bukan berarti parpol dibuang ke laut. Tetapi justru harus diperkuat,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Qodari setelah sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengatakan ada upaya pemunculan gerakan deparpolisasi atau mengikis peran partai politik (parpol) dalam pemerintahan.

Menurut Megawati, sentimental pada partai makin lantang diteriakkan dalam liberalisasi politik. Megawati menyakini proses deparpolisasi yang telah menjadi fenomena ini tidak berdiri sendiri.

“Ada kekuatan anti-partai dengan kekuatan modal yang berhadapan dengan gerakan berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.[]


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parpol Kongres PDIP
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top