Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ujian Nasional: Terlambat Datang, Siswa di Sekolah Ini Masih Boleh Ikut UN

Kepala SMK Negeri I Kupang Mathias M Beeh tetap mengizinkan siswanya yang terlambat masuk untuk mengikuti UN hari kedua, meski siswa lain sudah bertempur menghadapi soal-soal ujian matematika dengan menggunakan sistem komputer tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 April 2015  |  17:01 WIB
Ilustrasi: Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional (UN) secara online menggunakan komputer atau Computer Based Test (CBT) tingkat SMA sederajat di SMKN 2 Yogyakarta, Senin (13/4). - Ilustrasi/Antara
Ilustrasi: Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional (UN) secara online menggunakan komputer atau Computer Based Test (CBT) tingkat SMA sederajat di SMKN 2 Yogyakarta, Senin (13/4). - Ilustrasi/Antara

Kabar24.com, KUPANG -- Selama ini, penyelenggaraan ujian nasional dibubuhi kewajiban siswa tepat waktu dan ancaman tidak bisa mengikuti UN jika terlambat hadir.

Namun, Kepala SMK Negeri I Kupang Mathias M Beeh tetap mengizinkan siswanya yang terlambat masuk untuk mengikuti UN hari kedua, meski siswa lain sudah bertempur menghadapi soal-soal ujian matematika dengan menggunakan sistem komputer tersebut.

"Memang ada siswa yang terlambat pada pelaksanaan UN hari kedua, namun saya tetap izinkan mereka masuk," katanya ketika dikonfirmasi soal keterlambatan siswa pada pelaksanaan UN hari kedua, Selasa (14/4/2015).

SMK Negeri I Kupang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan menengah di Nusa Tenggara Timur yang siap melaksanaan UN berbasis komputer (CBT/Computer Based Test).

Ia menjelaskan untuk zona tiga yang meliputi NTT, Bali dan Papua telah membentuk satu grup yang tujuannya untuk mengatasi kendala-kendala teknis seperti jaringan internet, kendala token termasuk keterlambatan siswa.

Namun menurutnya keterlambatan siswa juga dapat ditolerir jika tidak melewati 20 menit, maka boleh diizinkan masuk.

"Kalau terlambat sudah di luar kewajaran sampai setengah jam itu namanya sudah keterlaluan," katanya.

Dari pantauan di lokasi UN berbasis komputer di sekolah itu, kegiatan berjalan lancar, namun di salah satu ruangan sempat terjadi system error sehingga panitia harus dua kali memasukan token untuk membuka soal ujian.

"Tadi sempat terjadi error tapi hanya beberapa menit saja. Tapi semua bisa terkontrol," tuturnya.

Pada pelaksanaan UN hari kedua, kata dia, semua siswa peserta UN di sekolah tersebut tak ada yang absen atau alpa, hanya ada yang terlambat namun masih bisa ditolerir.

Hal yang sama juga diakui Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang Rm. Stefanus Mau.

"Tak ada masalah dalam pelaksanaan UN hari kedua di sekolah ini, meski masih manual dalam mengerjakan soal-soal ujian," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ujian Nasional 2015

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top