Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Komentar Suryadharma Ali tentang Hakim Tatik

Tersangka bekas Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) mengaku kecewa, dengan putusan majelis hakim praperadilan Tatik Hadiyanti yang telah menolak permohonan praperadilan SDA di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 April 2015  |  16:20 WIB
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali menunjukkan berkas pengajuan praperadilan status tersangkanya di Jakarta, Senin (23/2/2015). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali menunjukkan berkas pengajuan praperadilan status tersangkanya di Jakarta, Senin (23/2/2015). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kabar24.com, JAKARTA- Tersangka bekas Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) mengaku kecewa, dengan putusan majelis hakim praperadilan Tatik Hadiyanti yang telah menolak permohonan praperadilan SDA di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sebelumnya hakim Tatik Hadiyanti, menolak permohonan praperadilan SDA seluruhnya atas penetapan status tersangka terhadap dirinya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji pada saat SDA masih menjabat sebagai Menteri Agama.

"Hakim tidak memiliki keberanian. Saya kecewa kalau melihat sesuatu yang harus kita pertanyakan," tutur Suryadharma Ali di Gedung KPK Jakarta, Jumat (10/4).

Suryadharma Ali masih mengklaim bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji, yang telah menjerat dirinya sebagai tersangka KPK. Pasalnya menurut Suryadharma Ali sampai saat ini belum ditemukan kerugian negara atas perkara korupsi tersebut.

"Saya dijadikan tersangka selama 10 bulan, tetapi sampai hari ini belum ada kerugian negara yang secara pasti jumlah itu. Ada cuma perkirakan-perkiraan saja Rp1,8 triliun," tukasnya.

Sebelumnya hakim praperadilan, Tatik Hadiyanti telah menolak permohonan praperadilan SDA di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini. Dalam putusannya, Tatik telah menolak seluruh permohonan praperadilan yang dilayangkan SDA terhadap KPK.

Hakim Tatik menolak permohonan gugatan praperadilan SDA, dengan pertimbangan mengutip pendapat ahli dari KPK yang dihadirkan pada saat sidang praperadilan SDA yaitu bekas hakim agung Yahya Harahap.

Menurut Yahya Harahap penetapan tersangka bukan bagian dari upaya paksa yang diatur dalam KUHAP dan penetapan tersangka juga merupakan administratif perubahan status dari bukan tersangka menjadi tersangka yang dilindungi hukum.

Selain itu Tatik juga menolak semua dalil yang disampaikan pihak SDA, tentang belum ditemukan adanya kerugian negara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji yang menjerat SDA sebagai tersangka KPK.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suryadharma ali
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top