Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Yaman: Sedikitnya 100 WNI Terjebak Petempuran

Sedikitnya 100 warga negara Indonesia terjebak dalam pertempuran di Kota Aden, Yaman. Sementara militer koalisi negara-negara Arab dan pemberontak Houthi terlibat baku tembak sengit di kota tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 April 2015  |  15:20 WIB
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Sedikitnya 100 warga negara Indonesia terjebak dalam pertempuran di Kota Aden, Yaman. Sementara militer koalisi negara-negara Arab dan pemberontak Houthi terlibat baku tembak sengit di kota tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pihaknya berupaya mengevakuasi para WNI di Yaman, khususnya yang terjebak pertempuran.

"Saat ini kita sedang fokus mengevakuasi sekitar 100 WNI yang masih terjebak pertempuran di Kota Aden. Semoga hari ini dan besok ada rombongan WNI lain yang bisa kita evakuasi dari Yaman dengan berbagai skenario evakuasi yang memungkinkan," ujar Lalu sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Kamis (2/4/2015).

Sejauh ini, skenario evakuasi yang terbukti sukses ialah melalui jalur darat. Melalui cara itu sebanyak 262 WNI diberangkatkan menggunakan enam bus dari Sanaa menuju Kota Jizan di Arab Saudi melalui kota pelabuhan Al-Hudaidah, ujarnya.

Menurut Lalu, rencana awalnya evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat sewaan. Namun karena kondisi keamanan udara yang mengkhawatirkan akhirnya diputuskan evakuasi melalui jalur darat dengan pengawalan khusus dari pasukan elite Yaman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni Yaman Perang Saudara

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top