Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Prihatin dengan Ketegangan di Yaman

Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan ketegangan yang terjadi di Sanaa, ibu kota Yaman, setelah kelompok Syiah Al-Houthi menyerang dan menguasai Istana Kepresidenan Yaman.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  18:46 WIB
Indonesia Prihatin dengan Ketegangan di Yaman
Situasi di Yaman - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas perkembangan keamanan yang terjadi di Sanaa, ibu kota Yaman, setelah kelompok Syiah Al-Houthi menyerang dan menguasai Istana Kepresidenan Yaman pada Selasa (20/1/2015).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran pers dari Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Indonesia menilai serangan itu dapat menimbulkan ketegangan baru semenjak kesepakatan antara pemerintah Yaman dan kelompok Al-Houthi pada September 2014.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berharap pihak-pihak yang bertikai di Yaman dapat menahan diri serta memperhatikan keselamatan dan mengutamakan perlindungan seluruh warga sipil di Yaman, khususnya ibu kota Sanaa.

Selain itu, pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dan memantau dari dekat kondisi di Yaman melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sanaa.

Menurut pihak Kemlu, warga Indonesia telah diimbau untuk terus waspada dan berhati-hati serta selalu menjalin komunikasi dengan KBRI di Sanaa dan sesama warga Indonesia lainnya.

Sebelumnya, para gerilyawan Houthi mengepung kediaman Perdana Menteri Yaman Khaled Bahhah di Istana Kepresidenan, kata Menteri Informasi Yaman Nadia Al-Saqaf, Selasa (20/1/2015).

Gerilyawan Houthi yang bersenjata mengambil posisi strategis di sekitar Istana Presiden dan daerah pegunungan di dekatnya.

"Penyebaran yang tampaknya semakin besar," kata Al-Saqaf dalam siaran pers yang diposting pada halaman Facebook-nya. (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konflik yaman

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top