Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Lebih Senang Suntik BUMN Rp48 Triliun Dibanding Kementerian

Pemerintah akan memberi suntikan modal Rp48 triliun kepada Badan Usaha Milik Negara (UMN) infrastruktur yang sehat. Suntikan modal diharapkan pembangunan infrastruktur lebih cepat.
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Mendikbud Anies Baswedan (kiri) melambaikan tangan kepada peserta saat menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436H bersama Majelis Rasulullah di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (3/1)./Antara
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Mendikbud Anies Baswedan (kiri) melambaikan tangan kepada peserta saat menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436H bersama Majelis Rasulullah di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (3/1)./Antara

Kabar24.com, BANDUNG - Pemerintah akan memberi suntikan modal Rp48 triliun kepada Badan Usaha Milik Negara (UMN) infrastruktur yang sehat. Suntikan modal diharapkan pembangunan infrastruktur lebih cepat.

"Tahun ini pemerintah suntik Rp48 triliun untuk BUMN. Kalau dulu BUMN dibebani setor dividen, mulai tahun ini diberi suntikan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan Munas XV Hipmi di Bandung, Senin (12/1/2015).

Jokowi lebih suka menyuntikkan modal ke BUMN dibanding menempatkan dana di kementerian. Alasanya, misalkan Pelindo, Waskita Karya, Adi Karya, Hutama Karya, KAI, Angkasa Pura diberi Rp10 triliun bisa mengerjakan proyek Rp50-70 triliun atau tujuh kali lipat.

"Karena dengan equity yang ada bisa pinjam ke perbankan, dengan business plan, feasibility study  karena untung kalau diajukan ke perbankan. Rp10 triliun kalau diberikan ke kementerian ya jadinya Rp10 triliun," ujarnya. (Kabar24.com)

BACA JUGA:

KOMJEN BUDI GUNAWAN Harus Lakukan Ini bila Jadi Kapolri

HASIL TES BNN: 13 Pejabat Pemprov DKI Pakai Narkoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Akhirul Anwar
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper