Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI CHARLIE HEBDO: Prancis Terus Buru Pembantai Wartawan

Perburuan terhadap para tersangka pelaku pembantaian atas sejumlah wartawan majalah Charlie Hebdo Prancis yang isinya dinilai menghina Nabi Muhammad terus diperluas setelah ribuan personil keamanan gagal menangkap mereka.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Januari 2015  |  10:15 WIB
TRAGEDI CHARLIE HEBDO: Prancis Terus Buru Pembantai Wartawan
Ilustrasi -

Bisnis.com, JAKARTA- Perburuan terhadap para tersangka pelaku pembantaian atas sejumlah wartawan majalah Charlie Hebdo Prancis yang isinya dinilai menghina Nabi Muhammad terus diperluas setelah ribuan personil keamanan gagal menangkap mereka.

Pasukan elit anti teror telah mengepung tiga perkampungan yang berjarak sekitar 70 kilometer arah utara Paris guna menemukan Said Kouachi, 34, dan saudara laki-lakinya Cherif yang berusia 32 tahun. Sejumlah desa seperti Corcy, Fleury, dan Longpont yang berada di dekat hutan lebat masuk dalam wilayah pencarian.

Kedua pria itu dipercaya masih berada di wilayah tersebut dan diduga memiliki sebuah peluncur roket dan persenjataan lainnya, menurut aparat kepolisian sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (9/1/2015). Mereka masih menggunakan kendaraan roda empat Renault Clio untuk melarikan diri dari Paris dan polisi meyakini keduanya tidak terluka.

Prancis terus melakukan salah satu perburuan terbesar dalam sejarah negara itu setelah 12 orang tewas diberondong senjata jenis Kalashnikov di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo pada 7 Januari lalu. Mereka menggunakan topeng saat melakukan pembantaian.

Ketegangan juga meningkat setelah seorang polisi wanita ditembak mati di luar kota Paris meski tidak ada indikasi kejadian itu terkait perburuan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paris kekerasan wartawan

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top