Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

26% Investor Andalkan Tabungan di Masa Pensiun

Sekitar 26% investor yang disurvei oleh Manulife Investor Sentiment Index Study mengandalkan tabungannya sebagai pendapatan di masa pensiun.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 25 September 2014  |  16:35 WIB
26% Investor Andalkan Tabungan di Masa Pensiun
Ilustrasi pendanaan pensiun - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--- Sekitar 26% investor yang disurvei oleh Manulife Investor Sentiment Index Study mengandalkan tabungannya sebagai pendapatan di masa pensiun.
 
Di samping itu, 18% investor mengandalkan pekerjaan penuh waktu dan paruh waktu di masa pensiunnya. Sebanyak 10% lainnya mengandalkan pendapatan dari warisan atau imbal hasil properti.
 
Manulife menganggap tabungan yang sudah direncanakan bisa jadi tidak dapat menaklukkan laju inflasi. Tabungan tersebut juga dikhawatirkan kehilangan nilainya secara perlahan karena gerusan inflasi.
 
Selain itu, mengenai pendapatan dari pekerjaan di masa pensiun dianggap tidak mudah sebab mencari kerja di usia tua tidak gampang karena perlu mempertimbangkan kesehatan dan kondisi industri yang berubah. Bergantung kepada warisan juga dinilai tidak tepat karena unsur ketidakpastian.
 
"Masyarakat sepertinya terlalu mengandalkan sumber-sumber pendanaan yang tak pasti untuk membiayai hidup mereka di hari tua,” kata Nur Hasan Kurniawan, Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/9).
 
Nur memaparkan pada saat ini hanya sedikit investor yang mengikuti program pensiun yang diwajibkan oleh pemerintah atau berupaya memperkecil kesenjangan tersebut dengan membeli program.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pensiun investor dana pensiun
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top