Kabut Tebal di Bandara Abd. Saleh Ganggu Penerbangan

Kabut yang muncul di Bandara Abdulrahman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, disinyalir akibat pengaruh cuaca yang memasuki musim kemarau.
M. Sofi’I | 02 Juni 2014 13:18 WIB

Bisnis.com, MALANG-Kabut yang muncul di Bandara Abdulrahman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, disinyalir akibat pengaruh cuaca yang memasuki musim kemarau.

District Manager Sriwijaya Air Malang, M. Yusri Hansyah, mengatakan kabut tebal sempat berlangsung Sabtu (31/5/2014) dan menyebabkan jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat Sriwijaya dari bandara setempat menjadi terganggu.

“Kabut memang sulit diprediksi akibat faktor cuaca. Namun begitu sepanjang Minggu (1/6/2014) sampai Senin (2/6/2014) situasi berjalan normal,” kata Yusri di Malang, Senin (2/6/2014).

Penerbangan Sriwijaya Air dengan rute Malang-Jakarta berlangsung lancar. Kabut tebal yang sempat menyelimuti area bandara tidak terlihat kembali sampai Senin (2/6/2014).

Kabut yang timbul sempat mengakibatkan jadwal penerbangan terpaksa harus delay. Kondisi tersebut hanya dialami Sriwijaya yang kebetulan memiliki jadwal penerbangan pagi.

“Namun begitu tidak berlangsung lama. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 250 jadwal kedatangannya hanya terlambat sekitar 30 menit dari yang dijadwalkan pukul 08.10, dan landing di Abd. Saleh pukul 08.40,” jelas dia.

Akibatnya, jadwal keberangkatan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 251 yang seharusnya pukul 08.40 terpaksa tertunda hingga pukul 09.10.

Kabut tebal di sekitar bandara membuat jarak pandang terbatas hanya 2.000 meter dari batas normal untuk penerbangan sebesar 4.000 meter.

Akhirnya demi keamanan, otoritas bandara setempat memutuskan penundaan hingga cuaca kembali normal.  Sriwijaya sudah beberapa kali mengalami hal tersebut untuk penerbangan di pagi hari.

“Kondisi tersebut juga tidak terlepas dari faktor bandara yang berada di lembah Bromo dan dikelilingi beberapa gunung kerap kali membuat kabut tebal. Terutama sewaktu akan terjadi pergantian musim dan saat musim penghujan,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya selalu menyampaikan informasi atau update weather  kepada calon penumpang yang dilakukan setiap 30 menit.

Meski mengalami delay, penumpang bisa memaklumi, karena hal itu akibat faktor alam atau force majeur. Munculnya kabut terkadang juga sulit diprediksi. Apalagi penundaannya tidak terlalu lama.

Terkait dengan letusan Gunung Sangeang di Nusa Tenggara Barat (NTB), pihaknya mengaku tidak terkena dampak dari kejadian tersebut. “Penerbangan lancar, tidak terpengaruh letusan Gunung Sangeang,” tambah dia.

Manager Citilink Malang, Indra Fajar, mengatakan  maskapainya aman dan tidak mengalami delay karena jadwal kedatangan dan keberangkatan Citilink sesaat setelah Sriwijaya.

“Jadi sudah terbebas dari kabut tebal. Citilink mendarat pukul 08.55 dan terbang lagi pukul 09.25,” sebutnya.

Tag : penerbangan, bandaraabdsaleh
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top