Menlu RI: Kudeta Militer Kemunduran Demokrasi Thailand

Indonesia menilai kudeta militer di Thailand sebagai sebuah kemunduran demokrasi di negara tersebut.
Demis Rizky Gosta | 02 Juni 2014 20:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menilai kudeta militer di Thailand sebagai sebuah kemunduran demokrasi di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan keprihatinan Indonesia atas pengambilalihan kekuasaan pemerintah di Thailand oleh militer.

"Sesuatu yang kita tidak ingin lihat terjadi pada 2014 seperti ini. Ini jelas merupakan kemunduran bagi demokrasi di Thailand," katanya, Senin (2/6/2014).

Dia mengharapkan pemerintahan di Thailand bisa segera pulih melalui proses yang demokratis. Namun, dia menegaskan keadaan di Thailand adalah urusan dalam negeri Negara Gajah Putih tersebut.

"Meskipun tentu ini masalah dalam negeri Thailand ya, tapi itu [kudeta] suatu fakta, kita sayangkan perkembangan ini sampai harus terjadi," kata Marty.

Menlu menambahkan sampai saat ini Indonesia belum mengeluarkan larangan bagi WNI yang ingin pergi ke Thailand, apalagi mengevakuasi WNI yang berada di negara itu.

Meskipun demikan, pemerintah meminta  WNI memberitahukan rencana kunjungan mereka ke Thailand kepada Kedutaan Besar RI di Bangkok.

"WNI kita yang memang merasa perlu berkunjung ke Thailand senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat yang ada unjuk rasa," kata Marty.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top