Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

GUNUNG SANGEANG: Sempat Munculkan Isu Tsunami

Bencana letusan Gunung Sangeang Api di Nusa Tenggara Barat sempat menimbulkan adanya isu tsunami di wilayah Bima.
Farodilah Muqoddam
Farodilah Muqoddam - Bisnis.com 01 Juni 2014  |  01:33 WIB
GUNUNG SANGEANG: Sempat Munculkan Isu Tsunami
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Letusan Gunung Sangeang Api di Nusa Tenggara Barat sempat menimbulkan adanya isu tsunami di wilayah Bima.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan warga di kecamatan Wera, Kabupatan Bima, NTB, bahkan telah mengungsi ke bukit-bukit ketika isu tersebut berembus pada Sabtu  (31/5/2014).

Melalui akun twitter @Sutopo_BNPB, dia menjelaskan  meskipun isu tsunami tidak terbukti, tetapi arus pengungsi terus meningkat.

Sebanyak 135 warga Pulau Sangeang telah dievakuasi ke Sangeang Darat.  Selain itu, sebanyak 7.328 jiwa atau 1.748 KK dari 4 desa yang berjarak 8 km dari Gunung Sangeangapi, juga telah diungsikan untuk menghindari hujan abu yang melanda tempat tinggal mereka.

"Tidak ada korban jiwa," katanya melalui akun @sutopo_BNPB, Sabtu malam (31/5/2014).

BNPB juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi gunung untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Bekerja sama dengan BPBD, TNI, Polri, PMI, Tagana, SKPD dan Orari, lembaga tersebut telah melakukan penanganan darurat.

Aktivitas Gunung Sangeangapi terus meningkat sejak ditetapkan dalam kondisi Siaga. Sepanjang hari ini, dilaporkan terjadi dua kali letusan yakni pada pukul 01.30 dan 10.42 Wita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

letusan gunung
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top