Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemimpin Eropa Serukan Ukraina Akhiri Kerusuhan

Para pemimpin Eropa terutama Kroasia dan Latvia serta Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menyerukan diakhirinya kerusuhan di Ukraina.
editor
editor - Bisnis.com 20 Februari 2014  |  07:20 WIB
Demontrans menerobos garis polisi di kota Kiev - Reuters
Demontrans menerobos garis polisi di kota Kiev - Reuters

Bisnis.com, BRUSSEL--Para pemimpin Eropa terutama Kroasia dan Latvia serta Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menyerukan diakhirinya kerusuhan di Ukraina.

"Hubungan Ukraina dengan NATO akan rusak parah akibat meningkatnya kerusuhan," kata Rasmussen di dalam pernyataannya, Rabu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (20/2/201$.

Pada Selasa dan Rabu dini hari, sedikitnya 26 orang tewas dalam bentrokan di jalanan antara polisi dan pemrotes di Ibu Kota Ukraina, Kiev. Bentrokan tersebut juga membuat ratusan pemrotes dan personel polisi cedera.

Kerusuhan itu menandai glombang bentrokan paling akhir antara demonstran dan polisi dalam percekcokan politik selama hampir tiga bulan.

Kemelut meletus pada November lalu, saat pengunjuk-rasa menyerukan penyatuan negeri tersebut ke Eropa.

Sementara itu, beberapa ribu perusahaan Polandia yang mengeksport barang ke Ukraina secara seksama mengamati situasi di negeri tersebut, demikian laporan pers lokal pada Rabu.

Menurut Kamar Dagang Polandia-Ukraina, dari sebanyak tiga sampai empat ribu perusahaan Polandia yang melakukan bisnis dengan Ukraina, 1.500 perusahaan adalah perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor ke negara itu.

Dmitri Schmidt dari Kamar Dagang tersebut mengatakan protes selama tiga bulan dan meningkatnya kerusuhan belakangan ini di Kiev memiliki dampak terbatas atas kegiatan usaha perusahaan Polandia.

Namun dia menambahkan semua perusahaan yang berencana memulai atau mengembangkan usaha dengan Ukraina harus menunggu untuk membuat keputusan akhir sampai situasi jelas.

"Pengusaha menyadari bahwa cepat atau lambat krisis itu akan berakhir dan mereka akan bisa kembali melakukan usaha," kata Schmidt.

Polandia adalah pemasok terbesar kelima barang ke Ukraina. Eksport Polandia ke Ukraina naik 12 persen dari tahun ke tahun pada 2012 dan enam persen selama 11 bulan 2013.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukraina kerusuhan ukraina
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top