Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kisruh Pengelolaan Dana Haji, DPR Segera Panggil Menteri Agama

-Komisi VIII DPR akan segera menindaklanjuti laporan penyelidikan KPK terkait potensi kerugian negara dalam pengelolaan dana haji di Kementerian Agama.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 Februari 2014  |  17:18 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali - Antara
Menteri Agama Suryadharma Ali - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi VIII DPR segera menindaklanjuti laporan penyelidikan KPK terkait dengan potensi kerugian negara dalam pengelolaan dana haji di Kementerian Agama.

“Kami akan bikin jadwal ulang dengan memanggil Menteri Agama dan jajarannya," kata anggota Komisi VIII DPR Sumarjati Arjoso, di Kompleks Parlemen, Selasa (11/2/2014).

Dia menjelaskan sebelumnya Komisi VIII DPR telah menjadwalkan pemanggilan tersebut, tetapi karena alasan tertentu pemanggilan itu batal.

Menurutnya, hasil penyelidikan KPK tersebut perlu didalami karena jumlah dana haji yang dikelola Kementerian Agama terbilang besar, yakni sekitar Rp80 triliun. Angka itu berbeda jauh dengan total dana yang pernah dilaporkan Kementerian Agama kepada Komisi VIII sebesar Rp55 sampai Rp60 triliun.

Dia menegaskan sejak semula dia merasa ada ketidakberesan dalam pengelolaan dana haji sehingga jika kemudian terbukti ada penyelewenangan, ujarnya, maka Komisi VIII akan segera mendorong ke proses hukum.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sejak Januari 2013, KPK telah mengkaji laporan masyarakat terkait pengelolaan dana haji. Direktorat Pencegahan KPK bahkan telah mengirim tim untuk memantau langsung pelaksanaan haji tahun 2013.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana haji 2013
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top