Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei: Publik tak Percaya Janji Parpol dalam Kampanye

-Sebagian besar masyarakat sudah tidak percaya terhadap janji-janji kampanye yang ditawarkan oleh parpol, demikian hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset dan Polling Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Februari 2014  |  19:32 WIB
Logo Pemilu 2014
Logo Pemilu 2014

Bisnis.com, JAKARTA--Sebagian besar masyarakat sudah tidak percaya terhadap janji-janji kampanye yang ditawarkan oleh parpol, demikian hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset dan Polling Indonesia.

"Janji kampanye parpol telah hilang sihirnya di mata masyarakat, Ini dapat dilihat dari 83,3 persen responden yang menjawab parpol belum memenuhi janji-janji kampanye kepada konstituen," kata Koordinator Tim Telepolling, Taufik Hidayat, dalam diskusi bertajuk Layakkah Pemilu 2014 Dilaksanakan?, di Jakarta, Selasa (11/2/2013)

Menurutnya, masyarakat kini semakin pintar menilai kinerja para anggota parpol yang duduk di parlemen, yang jauh dari harapan. Terlebih ditambah banyaknya anggota parpol yang terseret kasus korupsi membuat publik semakin apatis terhadap parpol.

Dia menjelaskan  masyarakat membutuhkan mekanisme pertanggungjawaban parpol kepada pemilihnya sehingga parpol tidak mudah memberikan janji manis yang akhirnya tidak ditepati.

"Sebanyak 81,3%  responden menganggap perlu ada mekanisme pertanggungjawaban parpol," katanya.

Meski demikian, mayoritas masyarakat masih belum memberi jawaban pasti terkait konsekwensi yang harus dijalani parpol jika tidak memenuhi janji-janji yang telah mereka lontarkan. Hal ini terlihat dari hanya 36,5% yang menyetujui mekanisme pembubaran partai sebagai hukuman bagi parpol, sementara 46%  lainnya menjawab tidak tahu.

Walau demikian, tersirat  bahwa publik sebenarnya menginginkan sanksi tegas kepada parpol yang tidak bertanggung jawab kepada pemilihnya walaupun berbeda dari sisi jenis sanksi yang harus diambil karena hanya 14,7% responden yang secara tegas menyatakan pembubaran parpol tidak perlu dilakukan.

Telepolling tersebut dilaksanakan mulai 15 November hingga 19 Desember 2013 di 15 kota besar di Indonesia.

Survei dilakukan via telepon dengan responden sebanyak 702 orang yang merupakan pelanggan telepon kabel yang sudah mempunyai hak pilih.

Taufik merinci kelima belas kota tersebut yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Makassar, Jayapura, Ambon, Mataram, Manado, Banjarmasin dan Padang. (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parpol
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top