Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPK Nilai Dana Saksi Parpol Berpotensi Terjadi Penyimpangan

Komisi Pemberantasan Korupsi menyebutkan alokasi anggaran untuk dana saksi parpol dalam Pemilu 2014, cenderung berpotensi besar terjadi penyimpangan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Februari 2014  |  16:08 WIB
Dana saksi Parpol - Bisnis
Dana saksi Parpol - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi menyebutkan alokasi anggaran untuk dana saksi parpol dalam Pemilu 2014, cenderung berpotensi besar  terjadi penyimpangan.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan penyimpangan sangat mungkin terjadi, jika tidak ada perencanaan yang baik dalam pembiayaan. Apalagi, katanya, saat ini belum ada teknis pengawasan dalam pelaksanaan dan penyaluran anggaran tersebut.

Padahal, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilu nanti sangat banyak, sehingga perlu dipikirkan bagaimana teknis penyaluran dan pengawasannya sejak saat ini. 

Misalnya saja, terkait pengelolaannya, petunjuk operasionalnya, calon saksinya yang banyak, dan tersebar, pengawasannya, sehingga pelaksanaannya bisa terarah dengan baik.

"Jika tidak, maka anggaran itu berpotensi terjadi penyimpangan," ujar Zulkarnain, Senin (03/02/2014)

Pemerintah memang sempat mewacanakan rencana mengalokasikan dana saksi parpol dalam Pemilu 2014 mendatang. Wacana itu pertama kali tercetus saat rapat koordinasi antara Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Ketua KPU Husni Kamil Manik, dan Ketua Bawaslu Muhammad, diawal Januari 2014. 

Rencananya, setiap saksi akan dibayar sebesar Rp100.000 untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

 

Adapun total anggaaran saksi parpol yang dialokasikan dalam APBN yakni sebesar Rp 660 miliar. Saat ini, masalah teknis pembayaran honor saksi itu, masih dibahas pemerintah dan badan penyelenggara Pemilu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014 parpol
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top