Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indo Barometer: Nazaruddin Itu Ember Pecah Partai Demokrat

Pusaran kasus korupsi yang menyeret beberapa mantan kader Partai Demokrat dianggap bermula dari eksplosifnya sikap mantan bendahara partai tersebut, Nazaruddin. Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer beranggapan ketika Nazaruddin membuka suara dengan lebar kepada publik terkait kasusnya, hal itu menjadi awal yang buruk bagi elektabilitas Partai Demokrat.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 11 Januari 2014  |  15:04 WIB
Indo Barometer: Nazaruddin Itu Ember Pecah Partai Demokrat
M. Nazaruddin, mantan Bendahara Partai Demokrat. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pusaran kasus korupsi yang menyeret beberapa mantan kader Partai Demokrat dianggap bermula dari eksplosifnya sikap mantan bendahara partai tersebut, Nazaruddin.

Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer beranggapan ketika Nazaruddin membuka suara dengan lebar kepada publik terkait kasusnya, hal itu menjadi awal yang buruk bagi elektabilitas Partai Demokrat.

“Faktor eksplosif sebenarnya adalah Nazaruddin. Jika diibaratkan, Nazaruddin itu bukan lagi ember yang bocor, tapi sudah ember pecah,” ujarnya dalam diskusi Polemik bertajuk ‘Kado Anas Bikin Panas’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2014).

Menurutnya, jika pada saat itu Nazaruddin tidak menyebut nama proyek Hambalang, mungkin saja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bergerak secepat ini dalam menangkap orang-orang yang terkait dengan kasusnya.

Adapun kemarin, Jumat (10/1/2014), Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, resmi sebagai orang pertama pada tahun ini yang dijebloskan ke Rumah Tahanan KPK lantaran diduga menerima gratifikasi dalam megaproyek Hambalang.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hambalang nazaruddin
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top