Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Curahan Hati Mahasiswa Palestina yang Belajar di Rusia

Pemerintah Rusia mendukung masa depan dan pendidikan anak-anak Palestina seiring dengan gejolak perang yang tiada henti dengan negeri zionis Israel.
Palestina/Reuters
Palestina/Reuters

Bisnis.com, OREL - Pemerintah Rusia mendukung masa depan dan pendidikan anak-anak Palestina seiring dengan gejolak perang yang tiada henti dengan negeri zionis Israel.

Bagi seorang mahasiswa asal Palestina, Rusia pun merupakan salah satu negara sahabat yang terbaik, karena dianggap peduli dengan masa depan pemuda di negerinya.

“Rusia peduli dengan masa depan anak-anak Palestina akibat perang yang terus melanda antara negeri kami dengan Israel. Kami punya hubungan yang sangat baik dengan pemerintah Rusia sejak lama. Dan juga hubungan kedua negara ini lebih baik jika dibandingkan dengan hubungan kami dengan Amerika,” kata Ahmed Hassoun, seorang mahasiswa asal Palestina yang kini menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di Rusia, Selasa (10/12/2013).

Setiap tahunnya, papar Hassaoun, sekitar 200 hingga 300 mahasiswa Palestina datang dan menuntut ilmu di Rusia. Mereka menyebar di berbagai kota dan sebagian besar mereka belajar di ibukota Moskwa dan kota besar lainnya seperti Voronezh.

Pemuda asal kota Jericho di Palestina tersebut mengatakan selama negerinya berperang dengan Israel, negeri yahudi tersebut tidak pernah mempedulikan masa depan anak-anak Palestina.

Bahkan, tentara Israel pun diberitakan sering menangkap dan menahan anak-anak Palestina. Tindakan semacam ini dianggap sebagai aksi represif demi menghancurkan semangat para pemuda Palestina, karena mereka dianggap sebagai simbol keteguhan dan masa depan di negara tersebut.

Hassoun menilai masalah penindasan terhadap generasi pemuda tersebut merupakan masalah yang paling serius yang dihadapi oleh negaranya.

Sebab, katanya, setiap hari Israel membuat ulah dan masalah dengan Palestina, seperti membunuhi anak-anak Palestina.

“Tentara Israel banyak membunuhi anak-anak Palestina. Israel tidak menginginkan masa depan yang cerah bagi kami. Mereka sama sekali tidak pernah peduli dengan pendidikan kami, tapi Rusia peduli,” katanya.

Hassoun pun mencontohkan tokoh terpenting asal Palestina yang juga merupakan lulusan Rusia. Dialah Mahmoud Abbas, presiden Palestina saat ini, sekaligus pemimpin PLO (Palestine Liberation Organization) dan pemimpin partai politik Fatah.

Mahmoud Abbas merupakan alumnus salah satu universitas terkemuka di Rusia People Friendship University of Russia di Moskwa.

Menurut Hassoun, Mahmoud Abbas merupakan salah satu suri tauladan terbaik bagi mahasiswa Palestina yang kini sedang menempuh pendidikan di Rusia.

Tidak hanya Hassoun, tetapi juga semua mahasiswa Palestina bahwa mereka mengharapkan setelah menyelesaikan studi di negeri Tirai Besi bisa membangun masa depan yang lebih baik bagi negerinya.

“Kami ingin membangun negara yang lebih baik untuk negara kami,” kata mahasiswa yang juga mengaku dirinya sebagai anggota Fatah dan PLO, serta pendukung Mahmoud Abbas ini.

Kendati demikian, Hassoun mengatakan dirinya tidak membenci orang-orang Israel, tetapi membenci pemerintahan Israel.

“Aku hanya seperti orang-orang Palestina lainnya, kami ingin masa depan cerah, kami tak perlu perang, kami hanya ingin perdamaian, meletakkan senjata kami dan konflik [Palestina – Israel] ini segera selesai,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Winda Rahmawati
Editor : Sepudin Zuhri
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper