Bisnis.com, JAKARTA - Starbucks Corp mendapat kecaman di China karena mamatok harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk lainnya, menurut laporan China Central Television (CCTV) sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (22/10/2013).
Starbucks, jaringan kedai kopi terbesar dunia, merupakan perusahaan asing terkini yang mendapat kecaman oleh media China. Sebelumnya sejumlah merk asing juga dikecam karena harga yang tinggi termasuk produk Apple Inc yang mendapat sorotan oleh pemerintah setempat.
CCTV, dalam sebuah laporannya menyebutkan secangkir kopi latte ukuran sedang di kedai kopi asal AS itu seharga 27 yuan atau US$4,43. Harga itu 33% lebih mahal dari harga di negara asalnya di Chicago, AS.
"Starbucks selama ini menikmati harga tinggi di China, terutama karena kepercayaan buta dari konsumen lokal pada Starbucks dan merk Barat lainnya," ujar Wang Zhendong, direktur Coffee Association of Shanghai. Laporan itu didukung oleh koran resmi China Daily yang dipublikasikan pekan lalu.
Starbucks mengakui harga yang tinggi mencerminkan tingginya biaya produksi di China, terutama menyangkut biaya pengadaan kopi dan susu serta operasi rantai pasok.
"Benar bahwa Starbucks latte lebih mahal di China dibandingkan di Amerika Serikat," ujar John Culver, presiden Starbucks China dan Asia Pacific.
Memang, produk impor di China dikenakan bea impor yang tinggi selain dikenakan pajak. Untuk kopi olahan misalnya, dikenakan bea impor 15% dan pajak penjualan tambahan 17%, menurut DutyCalculator.com.
Pesatnya perkembangan Starbucks di China tak lepas dari perilaku konsumen. Culver mengatakan warga negara tersebut punya kebiasaan menghabiskan waktunya di kafe.
Adapun di AS kebanyakan orang membeli minuman kopi untuk dibawa pergi sehingga perkembangan Starbucks di negara itu tidak seperti di China.