Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demokrat & Republik Sepakati Batas Plafon Utang US$16,7 Triliun

Pasar ekonomi global boleh sedikit bernafas lega setelah para politisi Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan mengenai anggaran dan batas plafon utang yang sempat mengancam negara ini gagal bayar (default) surat-surat utangnya
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 17 Oktober 2013  |  03:13 WIB
Demokrat & Republik Sepakati Batas Plafon Utang US$16,7 Triliun
foto - libraries.mit.edu

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar ekonomi global boleh sedikit bernafas lega setelah para politisi Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan mengenai anggaran dan batas plafon utang yang sempat mengancam negara ini gagal bayar (default) surat-surat utangnya.

 

Kedua kamar dalam Kongres (DPR dan Senat) masih memerlukan pemungutan suara demi kesepakatan itu.

 

Namun tanda-tandanya lebih condong untuk terus maju mengakhiri kebuntuan yang sudah berminggu-minggu dan pembukaan kembali operasi pemerintah.

Namun dua isu yang sama - pendanaan operasi pemerintah dan peningkatan batas plafon utang - bisa muncul kembali Januari dan Februari tahun depan, kecuali Demokrat dan Republik menyepakati program pemangkasan defisit secara jangka panjang, demikian dilaporkan oleh AFP.

 
Berikut poin-poin utama kesepakatan tersebut:

 

  • Menetapkan anggaran fiskal jangka pendek baru untuk 2014 mulai 1 Oktober nanti yang membuat semua bagian pemerintah dibuka kembali. Tetapi resolusi lanjutan akan hanya mencakup 1 Oktober sampai 15 Januari 2014, ketika anggaran baru diloloskan. 

 

  • Menyusun tahapan negosiasi antara para legislator Demokrat dan Republik mengenai rencana jangka panjang bidang pajak dan belanja yang ditujukan untuk merampingkan defisit fiskal, sedangkan penggantian dana 20 miliar dolar AS sebagai pengurangan anggaran belanja otomatis tambahan telah diprogramkan berlaku Januari tahun depan. Pengurangan belanja ini dikhawatirkan banyak pihak akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan militer.

 

  • Meningkatkan batas plafon utang 16,7 triliun dolar AS sehingga memungkinkan Departemen Keuangan menerbitkan surat utang baru demi menutup defisit yang setiap bulan mencapai 60 miliar dolar AS. Namun batas plafon utang akan terkunci kembali pada 7 Februari tahun depan dan ini menciptakan tantangan baru bagi pemerintah. (antara/afp/yus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

debt ceiling

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top