Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Udin Termangu, PT Royce Minta Komisi IV Tunjukkan Surat Tugas

Bisnis.com, BATAM – Para anggota Komisi IV DPRD Batam seolah kehabisan akal saat mereka diminta menunjukkan surat tugas dan tidak dibolehkan masuk oleh pihak manajemen perusahaan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Royce Enterprise Co,

Bisnis.com, BATAM – Para anggota Komisi IV DPRD Batam seolah kehabisan akal saat mereka diminta menunjukkan surat tugas dan tidak dibolehkan masuk oleh pihak manajemen perusahaan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Royce Enterprise Co, Kamis (3/10/2013).

Siang menjelang sore sekitar pukul 15.10 WIB, Wakil Ketua Udin P Sihaloho serta dua anggota Komisi IV DPRD Batam lainnya, Rusmini Simorangkir dan Tintin Widiastuti datang ke PT Royce Enterprise Co.

Kedatangan mereka juga didamping Zulkifli, Kabid Pengawasan dan Hasby, Mediator Disnaker Batam serta empat orang staf dari Komisi IV DPRD Batam.

“Kami hanya mau memverifikasi data karyawan dan bertanya langsung ke beberapa karyawan di perusahaan ini mengenai status kerja mereka,” kata Udin.

Namun mereka ditahan oleh sejumlah satpam yang berjaga di gerbang perusahaan dan tidak dibolehkan masuk.

“Maaf pak, saya diperintah manajemen untuk menanya surat tugas bapak-bapak dan ibu. Manajemen tidak bersedia bertemu kalau tidak ada surat tugas,” kata salah seorang satpam.

Udin tampak termangu, tidak berkata-kata selama beberapa saat, begitu juga sejumlah anggota Komisi IV lainnya.

Mereka seolah kehabisan akal karena sebelumnya sudah beberapa kali menjelaskan bahwa mereka melakukan sidak dan dalam aturan, tidak diperlukan surat tugas untuk melakukannya.

Sampai dengan pukul 17.00 WIB, mereka tetap tidak dibolehkan masuk ke dalam perusahaan oleh manajemen PT Royce Enterprise Co.

Manajemen perusahaan yang beropersi di Taiwan Industrial Park, Kabil, itu tetap berkukuh tidak membolehkan Komisi IV masuk meskipun Kapolsek Nongsa Kompol Ary Baroto sudah berusaha memberikan penjelasan ke pihak manajemen.

"Kalau perusahaan ini sudah benar, kenapa kami tidak boleh masuk?" tanya Rusmini.

Dari pembicaraan yang dilakukan antara Komisi IV dan Disnaker dengan beberapa karyawan di luar lokasi perusahaan, para karyawan mengakui hanya sedikit dari mereka yang sudah berstatus permanen.

Sebagian besar dari mereka sudah bekerja lebih dari lima tahun dan masih berstatus karyawan kontrak.

PT Royce Enterprise Co selalu memutus sambung pekerjaan mereka dengan durasi kontrak rata-rata 12 bulan, diberhentikan sebulan dan dipekerjakan kembali.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yoseph Pencawan
Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper