Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Korupsi DPR & Parpol Rp6 Triliun, Nazar Telah Serahkan Bukti ke KPK

Bisnis.com, JAKARTA - Muhammad Nazaruddin menyatakan telah menyerahkan bukti kepada penyidik KPK, terkait laporannya mengenai 11 kasus korupsi senilai Rp6 triliun yang melibatkan DPR dan anggota partai politik.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Agustus 2013  |  15:13 WIB
Korupsi DPR & Parpol Rp6 Triliun, Nazar Telah Serahkan Bukti ke KPK
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Muhammad Nazaruddin menyatakan telah menyerahkan bukti kepada penyidik KPK, terkait laporannya mengenai 11 kasus korupsi senilai Rp6 triliun yang melibatkan DPR dan anggota partai politik.

Menurutnya, laporan itu sudah disertai bukti yang dia serahkan kepada penyidik KPK. "Pembagiannya juga pasti ratusan miliar," ujarnya seusai diperiksa sebagai saksi dalam kasus pencucian uang proyek Hambalang, Jumat (2/8/2013).

Dia menyebut salah satu proyek diantaranya proyek Merpati MA-60 yang diakuinya diperintahkan digarapnya oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Selain itu, katanya, proyek pembangunan gedung Direktorat Jenderal Pajak. Saat itu, dirinya sempat bertemu beberapa kali dengan anggota DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Olly Dondokambey dan mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya, Tengku Bagus Muhammad Nur.

Bahkan, persengkokolan juga terjadi pada pembentukan konsorsium dalam proyek e-KTP. "Semua yang saya sampaikan itu fakta dan memang itu terjadi dan ada bagi-bagi uang," tambahnya,

Selain menyebut nama Anas, dan Olly, Nazaruddin juga mengungkap keterlibatan Ketua Fraksi sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Menurutnya, Setya Novanto terlibat dalam sejumlah kasus salah satunya proyek e-KTP dan kasus pembelian pesawat merpati M60.
KPK sendiri, menyatakan akan memvalidasi laporan Nazaruddin tersebut.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan jika memang ada indikasi tindak pidana korupsi, KPK akan melakukan penyelidikan. "Setiap informasi, baik itu disampaikan oleh saksi atau tersangka tentu KPK akan tindaklanjuti," kata Johan.

Johan sendiri mengaku tidak tahu apakah benar Nazaruddin mengungkapkan dugaan korupsi di 11 proyek kepada penyidik KPK.
Karena, katanya, Nazaruddin diperiksa dua hari lalu sebagai tersangka dalam tindak pidana pencucian uang saham PT Garuda Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk proyek korupsi nazaruddin
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top